Tommy Soeharto, antara Satgas BLBI dan Pembangunan Rest Area

Kompas.com - 11/11/2021, 07:28 WIB
Putra bungsu Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto saat meresmikan Dipo Logistik Dawuan di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021). KOMPAS.com/Fika Nurul UlyaPutra bungsu Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto saat meresmikan Dipo Logistik Dawuan di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama putra bungsu Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto terlibat kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Pemerintah menyebut perusahaan Tommy kala itu, PT Timor Putera Nasional (TPN) mendapat kucuran dana BLBI dari kredit beberapa bank. Selang 22 tahun, pemerintah menagih kembali utang yang belum lunas tersebut atas nama PT TPN.

Karena belum lunas, Satgas BLBI yang bekerja sama tahun 2023 mendatang mengejar Tommy Soeharto. Pemanggilan pun dilakukan melalui koran karena Tommy tak kunjung hadir memenuhi undangan.

Baca juga: Saat Asetnya Disita Satgas BLBI, Tommy Soeharto Buka Bisnis Rest Area

Bersama Tommy, turut dipanggil Ronny Hendrarto Ronowicaksono atas nama pengurus PT TPN. Namun, kehadiran Tommy hanya diwakili kuasa hukumnya.

Sri Mulyani lalu meminta agar obligor dan debitur selalu memenuhi panggilan yang dilayangkan oleh Satgas BLBI. Pasalnya, kejadian ini sudah berlangsung 22 tahun lalu. Sri Mulyani ingin mereka segera membayar utang-utangnya kepada negara.

Tak hanya obligor dan debitur yang terlibat kala itu, penagihan juga dilakukan kepada para keturunan dari obligor dan debitur. Sebab, banyak usaha obligor/debitur yang sudah diwariskan kepada anak cucu mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya akan terus meminta kepada tim untuk menghubungi semua obligor, termasuk kepada para keturunannya, karena barangkali ada mereka yang usahanya diteruskan kepada para turunannya, kita akan negoisasi untuk dapatkan kembali hak negara," ujar dia.

Sita aset

Selang beberapa kali pemanggilan, Satgas BLBI mulai menyita sebagian aset Tommy Soeharto di kawasan Dawuan, Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Penyitaan aset dilakukan atas nama PT TPN.

Tercatat, ada 4 bidang tanah seluas 124 hektar di kawasan Dawuan, Karawang, Jawa Barat yang disita Satgas BLBI. Penyitaan dilakukan usai satgas melakukan upaya penagihan terhadap kewajiban PT TPN.

Outstanding nilai utang PT TPN kepada pemerintah yang ditagihkan oleh PUPN setelah ditambah biaya administrasi pengurusan piutang negara sebesar 10 persen adalah Rp 2,61 triliun. Besaran utang sesuai dengan PJPN-375/PUPNC.10.05/2009 tanggal 24 Juni 2009.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.