Kompas.com - 11/11/2021, 20:30 WIB
Seorang penagih utang dari perusahaan pinjaman daring legal saat mencari alamat seorang debitor di wilayah Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (14/10/2021). Stefanus Ato Seorang penagih utang dari perusahaan pinjaman daring legal saat mencari alamat seorang debitor di wilayah Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (14/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat yang terlambat membayar tagihan pinjaman online (pinjol) saat sudah jatuh tempo biasanya akan ditagih oleh debt collector. Jika kondisi tersebut terjadi, Anda tak perlu panik.

Berikut beberapa tips menghadapi debt collector pinjol saat Anda terlambat membayar tagihan pinjaman yang dikutip Kompas.com dari akun Instagram resmi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), @afpiofficial.id pada Kamis (11/11/2021):

Cara Tepat Menghadapi Debt Collector Pinjol

Baca juga: Kenali 7 Ciri Pinjol Ilegal agar Tak Terjerat

  • Minta tunjukan kartu sertifikasi profesi penagih utang atau debt collector
  • Jelaskan alasan keterlambatan Anda dalam pembayaran tagihan pinjaman dengan baik
  • Tidak mencoba menghilang dan menghindar dari masalah.

Di sisi lain, sebagian masyarakat mengaku pernah diteror debt collector padahal tidak pernah melakukan meminjam dana dari pinjol. Biasanya, modus ini dilakukan oleh perusahaan pinjol ilegal.

Jika hal tersebut terjadi, Anda tak perlu panik. Berikut cara mengatasinya:

Cara Mengatasi Teror dari Debt Collector

  • Tanyakan identitas debt collector tersebut dan tanyakan pula dari siapa perintah penagihan tersebut diberikan
  • Abaikan teror debt collector jika merasa tidak pernah meminjam di pinjaman online dan jangan pernah membalas SMS atau Whatsapp dari si peneror
  • Jika meresahkan dan dirasa keterlaluan atau berlarut-larut, segera laporkan ke polisi atas gangguan teror tersebut.

Baca juga: OJK : Debt Collector Dilarang Menagih dengan Ancaman, Kekerasan, atau Mempermalukan

Cara Mengadukan Debt Collector

Kalau masih ada debt collector yang berperilaku sewenang-wenang dalam menagih, hingga berbuat kasar, adukan saja ke 5 lembaga ini. Berikut ulasannya seperti dikutip dari Cermati.com.

  • Bank Indonesia (BI)

Jika Anda mendapat ancaman atau perlakuan kasar dari debt collector saat menunaikan kewajibannya, laporkan saja ke BI.

Sebagai otoritas moneter, BI berkewajiban memberikan perlindungan konsumen jasa sistem pembayaran (penarikan dana, transfer dana, kegiatan alat pembayaran menggunakan kartu ATM/debet/kartu kredit, uang elektronik, dan lainnya).
Pengaduan ke BI dapat disampaikan melalui:

Contact center BICARA
Telepon: 021-131
Email: bicara@bi.go.id
Form pengaduan online: www.bi.go.id/perlindungan-konsumen/form
Surat: Dikirim ke Gedung Tipikal, Lantai 1 DUPK BI.
Datang langsung ke Gedung B lantai 1, Komplek Perkantoran BI, Jl. M.H. Thamrin No. 2, Gambir, Jakarta Pusat.

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Pengaduan debt collector ‘nakal’ juga bisa lewat OJK. Lembaga ini merupakan otoritas pengawas industri jasa keuangan yang wajib melindungi kepentingan konsumen atau masyarakat. Pengaduan tersebut dapat Anda layangkan ke OJK melalui:

Surat: Ditujukan kepada Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen. Beralamat di Menara Radius Prawiro, Lantai 2 Komplek Perkantoran BI, Jl. MH. Thamrin No. 2, Jakarta Pusat 10350.
Telepon: 157 (Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB, kecuali hari libur)
Email: konsumen@ojk.go.id
Form pengaduan online: http://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.