MUI Haramkan Kripto sebagai Alat Pembayaran, Ini Respons Indodax

Kompas.com - 12/11/2021, 11:54 WIB
Ilustrasi aneka uang kripto (cryptocurrency). Ilustrasi Bitcoin. Hukum uang kripto SHUTTERSTOCK/CHINNAPONGIlustrasi aneka uang kripto (cryptocurrency). Ilustrasi Bitcoin. Hukum uang kripto

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indoesia (MUI) mengharamkan penggunaan aset kripto sebagai mata uang karena dinilai bersifat gharar atau sesuatu yang tidak pasti. 

Akan tetapi, mata uang kripto sebagai komoditas atau aset yang memenuhi syarat sebagai sil'ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas sah untuk diperjualbelikan.

Adapun syarat sil'ah secara syar’i mencakup keberadaan wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik, dan bisa diserahkan ke pembeli.

Baca juga: MUI Haramkan Kripto sebagai Mata Uang dan Tidak Sah Diperdagangkan

Merespons hal tersebut, CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, di Indonesia sendiri, aset kripto memang bukan dijadikan sebagai mata uang.

“Sebagaimana peraturan Bank Indonesia ini juga sama seperti hasil musyawarah MUI yang mengharamkan kripto sebagai mata uang karena di Indonesia hanya rupiah mata uang yang diakui,” ujar Oscar dalam keterangannya, Jumat (12/11/2021).

Terkait dengan diperlukannya underlying asset dari aset kripto, Oscar menjelaskan, sebenarnya hampir semua aset kripto memiliki underlying asset-nya tersendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menyebutkan, terdapat sejumlah aset kripto dengan underlying asset yang mudah dipahami dalam aset fisik, seperti USDT, LGold, LSILVER, dan XSGD.

“Tapi ada juga yang underlying-nya berupa biaya penerbitannya seperti bitcoin. Bitcoin memiliki underlying berupa biaya penambangan bitcoin untuk proses verifikasi dan penerbitan bitcoin,” tutur Oscar.

Baca juga: Bank Sentral Singapura Peringatkan Investor Soal Risiko Aset Kripto

“Ini membutuhkan biaya listrik sebesar 150 TeraWatt per jam nya, cuma memang bentuknya murni digital ya. Namanya ini inovasi teknologi sekarang uang aja sudah tidak ada bentuk fisiknya, cuma digital seperti emoney,” tambah dia.

Oscar mengatakan, Indodax saat ini memperdagangkan banyak jenis aset kripto, dengan volume perdagangan terbesar di Indodax datang dari aset kripto yang punya underlying asset fisik.

“Menurut saya pribadi, sebenarnya hampir semua aset kripto ada underlying-nya kalau dipelajari secara teknologi dan manfaat namun itu semua dikembalikan kepada sudut pandang masing-masing trader,” ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.