Luhut Sebut Pabrik Molnupiravir Bakal Dibangun di Indonesia

Kompas.com - 13/11/2021, 15:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke DPRD Provinsi Bali, Kamis (12/8/2021) KOMPAS.com/Ach. FawaidiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke DPRD Provinsi Bali, Kamis (12/8/2021)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan perkembangan rencana kerja sama pembangunan pabrik obat Covid-19 di Tanah Air.

Luhut mengatakan, rencana investasi dan produksi hasil kerja sama dengan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Merck, terkait obat-obatan jenis Molnupiravir sudah hampir mencapi kesepakatan.

“Kami hampir sepakat, hampir selesai, bahwa kita akan dapat pabriknya di Indonesia,” kata Luhut dalam pembukaan UMKM Toba Vaganza, Jumat (12/11/2021).

Dengan hampir rampungnya kesepakatan tersebut, obat terapi Covid-19 itu akan dapat diproduksi di dalam negeri dalam waktu dekat.

Baca juga: BEI: Ada 12 Emiten yang Disuspensi Lebih dari Dua Tahun

“Jadi, kita doakan tinggal final touch. mestinya oke,” ujarnya.

Lebih lanjut Luhut menyebutkan, produksi obat itu akan mampu mendukung upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketersediaan Molnupiravir disebut akan mampu menangani pasien Covid-19 dengan gejala ringan di Indonesia.

“Kita akan lebih longgar (penanganan pandemi) karena obat Molnupiravir ini bisa menolong yang early stage, yang ketahuan awal. Kalau bisa dalam 5 hari kita cure (menyembuhkan) dengan obat ini dengan tingkat sukses rate cukup tinggi,” ucap dia.

Sebagai informasi, Molnupiravir diklaim merupakan obat yang bertujuan untuk mencegah kasus Covid-19 ringan hingga sedang menjadi parah.

Adapun penggunaannya disebut digunakan untuk terapi selama lima hari dengan diminum sebanyak dua kali sehari.

Baca juga: Luhut Lapor ke Bos OJK soal Maraknya Pinjol Ilegal di Kampung Halamannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.