Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bullish: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh

Kompas.com - 14/11/2021, 17:52 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Bullish adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar keuangan ketika harga-harga mengalami kenaikan atau diproyeksi bakal meningkat.

Istilah bullish kerap digunakan di pasar saham. Meski demikian, sebenarnya, penggunaan istilah bullish bisa diimplementasikan untuk beragam jenis perdagangan, mulai dari oblligasi atau surat utang, properti, mata uang, hingga komoditas.

Pengertian Bullish

Dilansir dari Investopedia, bullish adalah kondisi pasar yang ditunjukkan dengan optimisme, kepercayaan investor, serta ekspektasi yang kuat mengenai hasil yang maksimal pada periode waktu tertentu.

Meski demikian, perlu diketahui, cukupo sulit untuk memproyeksi secara konsisten mengenai tren yang terjadi di pasar. Salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya memproyeksi kondisi pasar yakni dampak psikologis serta spekulasi. Keduanya memiliki pengaruh yang sangat besar pada kondisi pasar.

Baca juga: Apa Itu Bearish dan Bullish di Pasar Saham?

Sebenarnya, tidak ada ukuran yang pasti untuk mengidentifikasi kondisi pasar saham yang bullish.

Namun, salah satu ukuran yang paling umum digunakan yakni bila harga saham melonjak hingga 20 persen, setelah sebelumnya sempat merosot hingga 20 persen.

Lantaran biasanya sulit diproyeksi, biasanya analis baru menyadari pasar bullish setelah terjadi.

Sebagai contoh, OJK mencatat, pada tahun 2020 lalu, Indonesia sempat mencatat kinerja pasar saham bearish dan bullish di waktu yang berdekatan. Pada tanggal 4 sampai dengan 24 Maret 2020, IHSG mengalami penurunan sebesar 30 persen namun kemudian dari 24 Maret sampai dengan 24 Agustus 2020, IHSG kembali melesat sebesar 34 persen.

Karakteristik Bullish

Biasanya, kondisi pasar bullish terjadi ketika kondisi perekonomian masih atau sedang mengalami penguatan.

Kondisi perekonomian yang menguat ditunjukkan lewat kinerja Produk Domestik Bruto (PDB) yang tumbuh menguat dan terjadi bersamaan dengan angka pengangguran menurun serta peningkatan laba perusahaan-perusahaan.

Baca juga: Apa Itu NFT?

Hal itu membuat kepercayaan investor meningkat selama pasar berada dalam kondisi bullish.

Secara keseluruhan, permintaan atau transaksi pembelian saham tumbuh positif atau beriringan dengan tren pasar yang positif. Hal ini juga berhubungan dengan peningkatan jumlah IPO yang terjadi selama pasar berada dalam kondisi bullish.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, hingga Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Penyanyi Agnes Monica, Bos Traveloka, hingga Anak Jokowi Masuk Daftar 40 Tokoh Muda Berpengaruh di Indonesia

Smartpreneur
Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Apakah Ekonomi Indonesia 2023 Bisa Tetap di Atas 5 Persen? Simak Pandangan Para Ekonom Ini

Whats New
Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Cara Beli Tiket Kereta Api di Alfamart dan Indomaret

Spend Smart
Bagaimana Penerapan 'Product Market Fit' dalam Startup?

Bagaimana Penerapan "Product Market Fit" dalam Startup?

Whats New
Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor 'Meeting Online' Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor "Meeting Online" Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Whats New
Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Rilis
Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Whats New
Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Whats New
Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Whats New
IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

Whats New
Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Whats New
Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Whats New
Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Whats New
Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Whats New
Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+