Kompas.com - 14/11/2021, 17:52 WIB
Patung banteng (kanan) dan beruang di area Frankfurt Stock Exchange di Frankfurt, Jerman, sebagai simbol tren perdagangan bullish dan bearish. Wikipedia/GNU Free Documentation License (GFDL) and CreativeCommons (CC)/Eva KrocherPatung banteng (kanan) dan beruang di area Frankfurt Stock Exchange di Frankfurt, Jerman, sebagai simbol tren perdagangan bullish dan bearish.
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Bullish adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar keuangan ketika harga-harga mengalami kenaikan atau diproyeksi bakal meningkat.

Istilah bullish kerap digunakan di pasar saham. Meski demikian, sebenarnya, penggunaan istilah bullish bisa diimplementasikan untuk beragam jenis perdagangan, mulai dari oblligasi atau surat utang, properti, mata uang, hingga komoditas.

Pengertian Bullish

Dilansir dari Investopedia, bullish adalah kondisi pasar yang ditunjukkan dengan optimisme, kepercayaan investor, serta ekspektasi yang kuat mengenai hasil yang maksimal pada periode waktu tertentu.

Meski demikian, perlu diketahui, cukupo sulit untuk memproyeksi secara konsisten mengenai tren yang terjadi di pasar. Salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya memproyeksi kondisi pasar yakni dampak psikologis serta spekulasi. Keduanya memiliki pengaruh yang sangat besar pada kondisi pasar.

Baca juga: Apa Itu Bearish dan Bullish di Pasar Saham?

Sebenarnya, tidak ada ukuran yang pasti untuk mengidentifikasi kondisi pasar saham yang bullish.

Namun, salah satu ukuran yang paling umum digunakan yakni bila harga saham melonjak hingga 20 persen, setelah sebelumnya sempat merosot hingga 20 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantaran biasanya sulit diproyeksi, biasanya analis baru menyadari pasar bullish setelah terjadi.

Sebagai contoh, OJK mencatat, pada tahun 2020 lalu, Indonesia sempat mencatat kinerja pasar saham bearish dan bullish di waktu yang berdekatan. Pada tanggal 4 sampai dengan 24 Maret 2020, IHSG mengalami penurunan sebesar 30 persen namun kemudian dari 24 Maret sampai dengan 24 Agustus 2020, IHSG kembali melesat sebesar 34 persen.

Karakteristik Bullish

Biasanya, kondisi pasar bullish terjadi ketika kondisi perekonomian masih atau sedang mengalami penguatan.

Kondisi perekonomian yang menguat ditunjukkan lewat kinerja Produk Domestik Bruto (PDB) yang tumbuh menguat dan terjadi bersamaan dengan angka pengangguran menurun serta peningkatan laba perusahaan-perusahaan.

Baca juga: Apa Itu NFT?

Hal itu membuat kepercayaan investor meningkat selama pasar berada dalam kondisi bullish.

Secara keseluruhan, permintaan atau transaksi pembelian saham tumbuh positif atau beriringan dengan tren pasar yang positif. Hal ini juga berhubungan dengan peningkatan jumlah IPO yang terjadi selama pasar berada dalam kondisi bullish.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.