Strata Tarif Cukai Rokok di RI Kebanyakan, Bikin Angka Perokok Makin Subur

Kompas.com - 15/11/2021, 17:12 WIB
Ilustrasi rokok tembakau, konsumsi tembakau. SHUTTERSTOCK/Maren WinterIlustrasi rokok tembakau, konsumsi tembakau.

"Namun implementasinya dari 2018-2021 ini strata tarif cukai masih terdiri dari 10 strata. Hingga 2021 penyederhanaan tersebut belum dilaksanakan," ucap Risky.

Risky mengungkapkan, penyederhanaan strata tarif cukai pantas dilakukan untuk menciptakan SDM unggul.

Baca juga: Konsumsi Rokok Masih Tinggi Selama Pandemi, Struktur Cukai Tembakau Diminta Disederhanakan

Apalagi Bank Dunia (World Bank) pada tahun 2018 lalu sempat menilai, strata tarif CHT yang diterapkan di Indonesia adalah strata yang cukup rumit sedunia.

Di sini, strata dibedakan berdasarkan jenis rokok, seperti SKM, SPM, SKT, dan SPT. Jenis tersebut terbagi menjadi 3 golongan berdasarkan jumlah produksi pabrik.

Dari golongan tersebut, dibagi lagi berdasarkan harga jual eceran minimum per batang, di mana terbagi lagi menjadi beberapa tarif.

"Apabila strata tarif cukai ini cukup rumit, maka akan memiliki konsekuensi yang negatif, yaitu harga rokok akan semakin luas dan murah. Harga yang luas memungkinkan konsumen dapat beralih ke produk rokok yang lebih murah," ucap Risky.

Sependapat, University of Illinois, Amerika Serikat menyebutkan, strata CHT berjenjang yang ditetapkan di Indonesia berskor 1, yakni skor terendah di antara negara ASEAN lain bersama India.

Baca juga: Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Rokok dan Mandeknya Reformasi Fiskal

Sedangkan negara Malaysia dan Singapura mendapat skor 4. Sementara Filipina mendapat skor 5, sejajar dengan negara maju seperti Australia.

Penelitian tersebut lantas mengungkapkan, negara berpenghasilan tinggi seperti Australia umumnya memiliki cukai dan struktur pajak yang lebih efektif dari negara-negara berpenghasilan rendah.

"Oleh karena itu salah satu step mencapai visi Indonesia maju juga dilakukan dengan melakukan simplifikasi strata tarif cukai rokok di Indonesia," pungkas Risky.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.