Sampai Pertengahan November, Realisasi PEN Baru 65 Persen

Kompas.com - 15/11/2021, 18:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melaporkan realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 483,91 triliun hingga 12 November 2021.

Angka tersebut setara dengan 65 persen dari pagu Rp 744,77 triliun.

"Terkait dengan perkembangan pemulihan ekon nasional, realisasi PEN sudah 65 persen atau 483,91 triliun," kata Airlangga dalam konferensi pers PPKM, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Tahun Depan, Pemerintah Siapkan Anggaran PEN Rp 320 Triliun

Mantan Menteri Perindustrian ini merinci, realisasi klaster kesehatan sudah 60,1 persen atau Rp 129,30 triliun dari pagu anggaran.

Realisasi ini utamanya untuk diagnostik tracing dan testing, perawatan, dan vaksinasi.

Secara rinci, testing dan tracing mencapai Rp 3,09 triliun atau Rp 68,7 triliun. Sementara untuk biaya klaim perawatan pasien termasuk santunan nakes sebesar 76,4 persen atau Rp 14,47 triliun.

"Kemudian untuk vaksinasi seperti pengadaan dan pelaksanaan sebesar 46,1 persen atau Rp 26,6 triliun," ucap Airlangga.

Selanjutnya, realisasi program perlindungan sosial sudah mencapai 74,5 persen atau Rp 139,04 triliun.

Baca juga: DPR Kritik Sri Mulyani yang Ingin Gunakan Dana Cadangan PEN untuk Suntik BUMN

Realisasi tersebut tersebar di beberapa program bansos seperti program PKH, Kartu Sembako, BLT Desa, subsidi upah, dan Kartu Prakerja.

Realisasi program PKH sebesar 94,3 persen atau Rp 26,69 triliun dari pagu Rp 28,31 triliun, Kartu Sembako sebesar 66,6 persen atau Rp 33,22 triliun dari pagu Rp 49,89 triliun, BLT Desa sebesar 65,5 persen atau Rp 18,85 triliun, dan BSU sebesar 76,1 persen atau Rp 6,70 triliun.

"Kartu Prakerja hingga 12 November telah diberikan sebanyak 5,9 juta penerima untuk batch 12-22, dan 5,7 juta atau 96 persen penerima telah menyelesaikan pelatihan. Total insentif disalurkan sebesar Rp 11,6 triliun selama 2021," jelas Airlangga.

Kemudian untuk realisasi program prioritas sebesar 63,1 persen atau Rp 74,39 triliun, klaster dukungan UMKM dan korporasi mencapai 48,5 persen atau Rp 78,73 triliun, dan klaster insentif usaha mencapai 99,4 persen atau Rp 62,47 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Inflasi Turki Capai 78,6 Persen, Rekor Tertinggi dalam 20 Puluh Tahun

Whats New
Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Uji Coba LRT Jabodebek Diundur Jadi Desember 2022, Mulai Beroperasi 2023

Whats New
Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Whats New
Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Whats New
Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Whats New
Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Whats New
Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Whats New
Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Berlaku 2 Minggu Lagi

Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Berlaku 2 Minggu Lagi

Whats New
Luhut Umumkan Wajib Booster Bagi yang Bepergian, Berlaku 2 Minggu Lagi

Luhut Umumkan Wajib Booster Bagi yang Bepergian, Berlaku 2 Minggu Lagi

Whats New
Kementerian PUPR: Pembangunan 9 Bendungan Ditargetkan Rampung di 2022

Kementerian PUPR: Pembangunan 9 Bendungan Ditargetkan Rampung di 2022

Whats New
Hati-hati, Ada Pemeliharaan dan Rekonstruksi di Tol Jagorawi 5-9 Juli 2022

Hati-hati, Ada Pemeliharaan dan Rekonstruksi di Tol Jagorawi 5-9 Juli 2022

Whats New
Viral Video Petani Jual TBS Kelapa Sawit ke Malaysia, Apkasindo: Kami Harus Biayai Keluarga

Viral Video Petani Jual TBS Kelapa Sawit ke Malaysia, Apkasindo: Kami Harus Biayai Keluarga

Whats New
Jurus Mendag Zulhas Naikan Harga TBS Petani Sawit

Jurus Mendag Zulhas Naikan Harga TBS Petani Sawit

Whats New
BRI Prediksi Penyaluran KUR ke 10,7 Juta UMKM Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

BRI Prediksi Penyaluran KUR ke 10,7 Juta UMKM Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

Whats New
Soal Penyesuaian Tarif INA-CBG's, Bos BPJS Kesehatan: Itu Hal yang Menurut Saya Bagus...

Soal Penyesuaian Tarif INA-CBG's, Bos BPJS Kesehatan: Itu Hal yang Menurut Saya Bagus...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.