Gugatan Pailit Ditolak, Pan Brothers Fokus Restrukturisasi Utang

Kompas.com - 15/11/2021, 19:04 WIB
Ilustrasi hukum freepik.com/ kjpargeterIlustrasi hukum

JAKARTA, KOMPAS.com - Permohonan Pernyataan Pailit yang diajukan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) kepada PT Pan Brothers Tbk (PBRX) resmi ditolak oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Jakarta Pusat (PN Jakarta Pusat) pada sidang 11 November 2021.

Majelis Hakim memutuskan untuk menolak permohonan pailit yang diajukan Maybank untuk seluruhnya dan menghukum Maybank untuk membayar biaya perkara yang timbul akibat permohonan pernyataan pailit ini.

Baca juga: Gugatan Pailit Pan Brothers Oleh Maybank Indonesia Ditolak

Adapun pertimbangan majelis hakim dalam menolak gugatan Maybank Indonesia kali ini adalah masih adanya hubungan hukum antara perseroan dan para kreditornya yang sedang dalam upaya penyelesaian dan tengah berjalan di Pengadilan Negara Singapura.

Kemudian, majelis hakim menilai pemenuhan unsur syarat formil atas upaya hukum Kepailitan tidak dapat dibuktikan secara sederhana sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (4) dalam UndangUndang Kepailitan, sehingga patut untuk ditolak.

"Perseroan sepenuhnya menghormati dan menyambut baik putusan hukum yang telah diputuskan PN Jakarta Pusat," ujar Corporate Secretary Pan Brothers, Iswardeni dalam keterangan resminya, Senin (15/11/2021).

Dengan ditolaknya pailit tersebut, Iswardeni menyebutkan, perusahaan dan grup usaha bersama tim penasehat akan kembali fokus kepada penyelesaian restrukturisasi utang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Serikat Pekerja Pan Brothers Minta Maybank Indonesia Cabut Gugatan Pailit

"Di mana saat ini telah menyelesaikan skema-skema restrukturisasi dan menyampaikan proposal term sheet kepada bank-bank di sindikasi maupun bilateral," kata dia.

Iswardeni menjelaskan, perseroan dan grup usaha mengajukan perpanjangan jatuh tempo dua tahun untuk fasilitas pinjaman bilateral aktif dan sindikasi, dan tiga tahun untuk fasilitas pinjaman bilateral pasif.

"Secara umum bank-bank dimaksud telah menyetujui proposal term sheet sebagaimana dimaksud," ujar dia.

Iswardeni mengakui, berbagai tantangan selama pandemi Covid-19 telah mempengaruhi kinerja perusahaan secara umum.

Namun, di tengah situasi yang kurang mendukung, perseroan masih dapat membukukan laba positif hingga saat ini.

Baca juga: Apindo: Omzet Pan Brothers Bagus, Kenapa Harus Digugat Pailit?

Saat ini, market untuk industri perseroan sangat terbuka dengan peluang menerima shifting order dari banyak negara, yang melihat Indonesia sebagai negara yang paling siap untuk menerima itu.

"Dan Pan Brothers dan grup merupakan produsen partner dari berbagai brand dunia yang memiliki tingkat compliance yang tinggi baik compliance social, safety, maupun technical dengan standard ekspor," ucap Iswardeni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
WORK SMART
Tim Virtual
Tim Virtual
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.