Kompas.com - 16/11/2021, 12:28 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan pendapatan negara hingga bulan Oktober 2021 mencapai Rp 1.510,0 triliun. Pendapatan tersebut setara dengan 86,6 persen dari target APBN sebesar Rp 1.743,6 triliun.

Bendahara negara ini menjelaskan, pendapatan negara mengalami pemulihan karena adanya pembukaan kembali (re-opening) ekonomi setelah terkena varian Delta Covid-19 pada bulan Juli 2021 lalu.

Secara garis besar, pendapatan negara tumbuh sebesar 18,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.277 triliun.

"Seiring pemulihan ekonomi reopening dan aktivitas masyarakat serta ekonomi mulai bergerak kembali, maka APBN juga mulai pulih. Ini terlihat dari sisi pendapatan negara kita bahkan mengalami growth hingga 18,2 persen," kata Sri Mulyani dalam CEO Networking 2021, Selasa (16/11/2021).

Baca juga: Racikan Generasi Milenial Menembus Pasar Global

Sri Mulyani menuturkan, pendapatan negara ditopang oleh penerimaan pajak yang naik 15,3 persen (yoy). Pendapatan pajak hingga Oktober 2021 sudah Rp 953,6 triliun atau 77,6 persen dari target Rp 1.229,6 triliun.

Pada tahun lalu, penerimaan pajak mengalami kontraksi minus 18,8 persen. Kemudian dari sisi bea dan cukai meningkat 25,5 persen (yoy). Realisasinya sudah mencapai 95,7 persen atau Rp 205,8 triliun dari pagu Rp 215 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat tumbuh 25,2 persen (yoy) menjadi Rp 349,2 triliun. Hingga Oktober 2021, realisasinya sudah mencapai target sebesar 117,1 persen.

"Jadi ini menggambarkan ekonominya pulih. Dua tugas yang harus kita lakukan bersama bukan pilihan, harus sama-sama," ucap Sri Mulyani.

Dari sisi belanja, pemerintah mengendalikan belanja yang sifatnya bisa ditunda dan menggelontorkan beragam bantuan sosial hingga penanganan kesehatan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, belanja negara hingga Oktober 2021 mencapai 74,9 persen atau tumbuh 0,8 persen (yoy) menjadi Rp 2.058,9 triliun.

"Belanja kita untuk kesehatan masih sangat tinggi. Dan belanja untuk bantuan sosial kita pertahankan cukup tinggi agar pemulihan ekonomi bisa berjalan," pungkas Sri Mulyani.

Baca juga: Kala Erick Thohir Bantah Fotonya Mejeng di ATM Bank BUMN demi Capres 2024

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.