Penggalangan Pra-IPO Himpun Rp 18,5 Triliun, Investor Lama GoTo Diproyeksi Untung Besar

Kompas.com - 16/11/2021, 12:43 WIB
Ilustrasi logo Goto, layanan dari Gojek dan Tokopedia. GojekIlustrasi logo Goto, layanan dari Gojek dan Tokopedia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup GoTo mengumumkan penutupan pertama penggalangan dana pra-IPO, dengan nilai pendanaan sebesar 1,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 18,5 triliun (kurs Rp 14.250) dari sejumlah investor global.

Analis pasar modal sekaligus CEO Finvesol Consulting Fendi Susiyanto menilai besarnya minat investor global sebelum IPO GoTo, selaras dengan besarnya potensi bisnis ekosistem digital yang terus berkembang.

"Meski investor global selalu memiliki horizon longterm investment, tapi kenaikan valuasi GoTo setelah IPO akan memberikan benefit kepada investor," kata dia, dalam keterangannya, Selasa (16/11/2021).

Baca juga: Jenis Merek Berbeda, Gugatan Rp 2 Triliun terhadap GoTo Dinilai Tidak Berdasar

Fendi menjelaskan, dengan menanamkan investasi sebelum IPO, investor berpotensi untuk mendapatkan keuntungan dengan naiknya valuasi GoTo pada saat IPO nanti.

Menurut dia, dengan valuasi GoTo yang kini diperkirakan sudah mencapai sekitar 30 miliar dollar AS, para investor awal perusahaan, mulai dari Djarum, Astra International, hingga Telkomsel telah meraup keuntungan besar.

Misal Telkomsel, yang mulai melakukan pendanaan ke GoTo pada November 2020 dengan nilai 150 juta dollar AS dan Mei 2021 sebesar 300 juta dollar AS.

"Dengan asumsi valuasi GoTo saat ini sebesar 30 miliar dollar AS, maka perkiraan IRR (Internal Rate of Return) yang telah diraup oleh investor institusional domestik seperti Telkom Group yang hampir setahun masuk sekitar 6,97 persen (monthly) atau setara dengan 83,66 persen per annum," tutur Fendi.

"Selain nilai investasi yang naik, risiko investasi juga berkurang dengan valuasi GoTo yang terus membesar," tambah dia.

Baca juga: GoTo Raih Rp 18,5 Triliun pada Penggalangan Dana Pra-IPO

Sebelumnya, CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan, dukungan yang diperoleh menunjukkan kepercayaan yang dimiliki investor terhadap ekonomi digital yang berkembang pesat di kawasan ini serta posisi kami sebagai pemimpin pasar.

"Investor lainnya diharapkan untuk selanjutnya bergabung ke dalam putaran penggalangan dana pra-IPO menjelang penutupan akhir di beberapa minggu mendatang," ujar Andre.

Adapun sejumlah investor yang terlibat pendanaan baru diantaranya Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Avanda Investment Management, Fidelity International, Google, Permodalan Nasional Berhad (PNB), Primavera Capital Group, SeaTown Master Fund, Temasek, Tencent, dan Ward Ferry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun Ini 150.000 Mahasiswa  Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Tahun Ini 150.000 Mahasiswa Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Whats New
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

Whats New
Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Spend Smart
Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

BrandzView
Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Smartpreneur
Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Jokowi: Bisa Hemat Subsidi Elpiji Rp 7 Triliun

Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Jokowi: Bisa Hemat Subsidi Elpiji Rp 7 Triliun

Whats New
IHSG Merah di Sesi I, Asing Lepas BBRI, BBCA, dan BUKA

IHSG Merah di Sesi I, Asing Lepas BBRI, BBCA, dan BUKA

Whats New
Pembangunan Ibu Kota 'Nusantara' Batal Gunakan Anggaran PEN

Pembangunan Ibu Kota "Nusantara" Batal Gunakan Anggaran PEN

Whats New
Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME Resmi Dibangun, Bahlil: Investasi 'Full' dari Amerika

Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME Resmi Dibangun, Bahlil: Investasi "Full" dari Amerika

Whats New
Bank Mayora Bakal Diakuisisi BNI, Bagaimana Nasib Karyawannya?

Bank Mayora Bakal Diakuisisi BNI, Bagaimana Nasib Karyawannya?

Whats New
Cara Transfer DANA ke OVO dan Sebaliknya dengan Mudah

Cara Transfer DANA ke OVO dan Sebaliknya dengan Mudah

Whats New
Setelah Freeport, Ini Investasi Terbesar Kedua AS di Indonesia

Setelah Freeport, Ini Investasi Terbesar Kedua AS di Indonesia

Whats New
Mau Beli ORI021? Begini Cara Pesannya

Mau Beli ORI021? Begini Cara Pesannya

Earn Smart
IMF Sebut Pemulihan Ekonomi 2022 Lebih Sulit Dibanding 2020, Apa Sebabnya?

IMF Sebut Pemulihan Ekonomi 2022 Lebih Sulit Dibanding 2020, Apa Sebabnya?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.