Kompas.com - 17/11/2021, 09:34 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (17/11/2021). Sementara itu, kurs rupiah terhadap dollar AS justru melemah.

Melansir data RTI, pukul 09.48 WIB, IHSG berada pada level 6.679,61 atau naik 19,4 poin (0,29 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.651,2.

Sebanyak 214 saham melaju di zona hijau dan 133 saham di zona merah. Sedangkan 216 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 961,7 miliar dengan volume 2,01 miliar saham.

Bursa Asia merah dengan penurunan Nikkei 0,4 persen, Hang Seng Hong Kong 0,64 persen, Shanghai Komposit 0,15 persen, dan Strait Times melemah 0,36 persen.

Sementara itu, Wall Street pagi ini ditutup hijau dengan kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,15 persen, indeks S&P 500 menguat 0,39 poin, dan indeks acuan saham teknologi AS Nasdaq juga naik 0,76 persen.

Baca juga: Konsep Pelabuhan Utama dan Pengumpan Jadi Strategi Optimalkan Tol Laut

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low mengindikasikan masih dalam tren pelemahan jangka pendek. Hari ini, investor akan masih mencermati inflasi AS, serta rencana tapering.

“IHSG diprediksi melemah, investor juga akan cenderung lebih konservatif jelang penetapan suku bunga oleh Bank Indonesia. Pergerakan masih ditopang rilis kinerja emiten kuartal III tahun 2021,” kata Dennies dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.12 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.240 per dollar AS, atau atau turun 20 poin (0,14 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.220 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena naiknya kembali yield obligasi pemerintah AS. Yield tenor 10 tahun bergerak naik ke kisaran 1,64 persen dan mendorong penguatan dollar AS.

"Tekanan terhadap rupiah terjadi karena naiknya kembali yield obligasi pemerintah AS pada perdagangan kemarin. Yield menguat setelah data penjualan ritel AS menunjukkan kenaikan 1,7 persen pada bulan October dibandingkan bulan sebelumnya," kata Ariston kepada Kompas.com.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak melemah pada kisaran Rp 14.300 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.200 per dollar AS.

Baca juga: Intip Gaji Polisi Pangkat Bintara, dari Bripda hingga Aiptu

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.