Dibayangi Kekhawatiran Inflasi, Wall Street Melemah

Kompas.com - 18/11/2021, 06:34 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange

KOMPAS.com - Wall Street kompak memerah pada akhir perdagangan Rabu (17/11/2021) waktu AS atau Kamis pagi (18/11/2021) waktu Indonesia.

Pelemahan Wall Street merupakan imbas kekhawatiran inflasi dan rantai pasokan yang berasal dari pendapatan peritel. Investor bertaruh Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan untuk meredam kenaikan harga.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 211,17 poin atau 0,58 persen ke 35.931,05, S&P 500 turun 12,23 poin atau 0,26 persen ke 4.688,67 dan Nasdaq Composite turun 52,29 poin atau 0,33 persen ke 15.921,57.

Baca juga: Elon Musk Kembali Jual Saham Tesla Rp 17,04 Triliun

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,6 miliar saham, dengan rata-rata 11,09 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Mengutip Reuters via Kontan.co.id, Target Corp tercatat menjadi peritel besar terbaru yang melaporkan hasil positif, menaikkan perkiraan tahunan da mengalahkan ekspektasi laba.

Tetapi saham perusahaan turun 4,7 persen, mengikuti penurunan pada rekan Walmart pada hari Selasa, karena kedua pengecer menandai pukulan pada margin kuartal ketiga mereka dari masalah rantai pasokan.

Pengecer lain belum melaporkan pendapatan diperdagangkan lebih rendah. Macy's Inc dan Kohls Corp masing-masing turun 4,5 persen dan 3,1 persen, menjelang angka yang diposting pada Kamis pagi, dan Gap Inc dan Urban Outfitters Inc, di dek minggu depan, tergelincir 5,2 persen dan 4,2 persen.

Beberapa pengecer melawan tren. Seperti halnya TJX Companies Inc naik 5,8 persen, penutupan tertinggi sejak 27 Agustus, setelah T.J. Pemilik Maxx melaporkan pendapatan yang melampaui estimasi, peningkatan program pembelian kembali sahamnya, dan memperkirakan posisi yang baik untuk memenuhi permintaan musim liburan.

Baca juga: Berencana IPO, Produsen Cat Avian Bakal Tawarkan 10 Persen Saham kepada Publik

Lowe's Cos Inc naik 0,4 persen setelah menaikkan perkiraan penjualan setahun penuh karena permintaan yang lebih tinggi. Peer Home Depot juga melaporkan hasil yang kuat pada hari Selasa.

Dow juga dibebani oleh Visa Inc, yang merosot 4,7 persen setelah Amazon.com Inc mengatakan akan berhenti menerima kartu yang dikeluarkan oleh operator di Inggris karena biaya transaksi yang tinggi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tarif Transfer Antarbank Rp 2.500 Kini Tersedia di TMRW

Tarif Transfer Antarbank Rp 2.500 Kini Tersedia di TMRW

Spend Smart
Luhut: Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

Luhut: Sistem Kesehatan RI Sudah Cukup Siap Menghadapi Omicron

Whats New
Mentan: PDB Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif Sejak 2020- 2021

Mentan: PDB Sektor Pertanian Konsisten Tumbuh Positif Sejak 2020- 2021

Whats New
Uang Beredar di Indonesia Terus Meningkat, Berapa Jumlahnya Saat Ini?

Uang Beredar di Indonesia Terus Meningkat, Berapa Jumlahnya Saat Ini?

Whats New
Imlek, Bank Mandiri Tebar Promo Kartu Kredit hingga KPR

Imlek, Bank Mandiri Tebar Promo Kartu Kredit hingga KPR

Spend Smart
Cek Golongan Tarif Listrik Non-subsidi yang Harganya Bakal Lebih Mahal

Cek Golongan Tarif Listrik Non-subsidi yang Harganya Bakal Lebih Mahal

Whats New
UOB Indonesia Luncurkan Fitur BI-FAST pada Aplikasi TMRW

UOB Indonesia Luncurkan Fitur BI-FAST pada Aplikasi TMRW

Rilis
Luhut Ungkap DKI Jakarta Berpotensi Masuk PPKM Level 3

Luhut Ungkap DKI Jakarta Berpotensi Masuk PPKM Level 3

Whats New
Realisasi Belanja Kementerian Pertanian 2021 Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

Realisasi Belanja Kementerian Pertanian 2021 Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

Whats New
Tahun Ini 150.000 Mahasiswa  Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Tahun Ini 150.000 Mahasiswa Ditarget Ikut MBKM, agar Saat Lulus Memenuhi Kebutuhan Dunia Usaha

Whats New
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura Dimulai Hari Ini, Patuhi Syaratnya

Whats New
Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Simak Cara Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak

Spend Smart
Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

Catat, Berikut 3 Tip Kelola Keuangan agar Tak Salah Perhitungan Selama Pandemi

BrandzView
Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Bahlil: Proyek Batu Bara Jadi DME di Tanjung Enim Bakal Serap Belasan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Mau Buka Usaha? Ini Daftar Izin Usaha yang Perlu Diurus

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.