Kompas.com - 18/11/2021, 09:42 WIB
Pengunjung melintas di dekat monitor  perkembangan saham. KOMPAS/PRIYOMBODOPengunjung melintas di dekat monitor perkembangan saham.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona merah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (18/11/2021). Berbeda dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.659,98 atau turun 15,81 poin (0,24 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.675,8.

Sebanyak 201 saham melaju di zona hijau dan 160 saham di zona merah. Sedangkan 205 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,29 triliun dengan volume 2,28 miliar saham.

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bursa Asia merah dengan penurunan Hang Seng Hong Kong 1,34 persen, Shanghai Komposit 0,39 persen, Strait Times 0,04 persen, dan Nikkei 0,72 persen.

Wall Street pagi ini ditutup merah dengan penurunan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,58 persen, indeks S&P 500 melemah 0,26 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS Nasdaq juga naik 0,33 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal candlestick membentuk higher high dan higher low dengan indicator stochastic yang membentuk goldencross mengindikasikan potensi penguatan.

“IHSG diprediksi menguat, pergerakan masih akan didorong kinerja emiten kuartal III tahun 2021. Investor akan mencermati hasil keputusan suku bunga 7 days repo rate oleh Bank Indonesia,” kata Dennies dalam rekomendasinya.

Baca juga: Dibayangi Kekhawatiran Inflasi, Wall Street Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.45 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.229 per dollar AS, atau atau naik 14 poin (0,1 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.244 per dollar AS.

Analis Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, rupiah hari ini dipengaruhi kebijakan lanjutan The Fed mengadapi Inflasi.

"Pasar mengkhawatirkan semakin tingginya inflasi AS. Pelaku pasar akan wait and see terhadap kebijakan lanjutan yang akan ditempuh Pemerintah dan The Fed dalam menghadapi era inflasi tinggi di AS," kata Reny.

Reny memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.185 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.245 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.