Jokowi: Tahun Depan Mungkin Indonesia Bisa Setop Ekspor Bauksit

Kompas.com - 18/11/2021, 22:22 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberi paparan secara virtuaql dari Istana Negara saat Kompas 100 CEO Forum Ke-12 bertema Ekonomi Sehat 2022 di Jakarta, Kamis (18/11/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPresiden Republik Indonesia Joko Widodo memberi paparan secara virtuaql dari Istana Negara saat Kompas 100 CEO Forum Ke-12 bertema Ekonomi Sehat 2022 di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan mengenai pemberhentian ekspor nikel saat pertemuan G20.

Hal itu dilakukan Indonesia untuk dapat meningkatkan investasi dan pembukaan lapangan kerja di Indonesia. Hilirisasi menjadi salah satu fokus pemerintahan Jokowi saat ini.

"Kalau saya buka nikel dan saya kirim raw material, kita kirim raw material dari Indonesia ke Eropa, ke negara-negara lain, yang buka lapangan kerja mereka dong. Kita enggak dapat apa-apa," ujar Jokowi saat acara Kompas 100 CEO Forum di Istana Negara, Kamis (18/11/2021).

Indonesia pun menawarkan investasi barang setengah jadi di Indonesia. Sehingga Indonesia tidak lagi mengekspor bahan mentah ke depan.

Baca juga: Digugat Uni Eropa soal Nikel di WTO, Jokowi: Dengan Cara Apa Pun Kita Lawan!

Tidak hanya berhenti pada nikel, Indonesia pun akan menghentikan ekspor bahan mentah lainnya. Jokowi bilang ekspor mentah bauksit akan dihentikan tahun depan.

"Tahun depan mungkin bisa stop (ekspor) bauksit. Kalau smelter kita siap, stop bauksit. Sehingga kita membuka lapangan kerja, hilirasi, industrialisasi di negara kita," terang Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah bauksit, pemerintah juga akan menghentikan ekspor bahan mentah tembaga. Hal itu dilakukan setelah pabrik smelter di Gresik siap beroperasi.

Penghentian tersebut akan meningkatkan nilai tambah di Indonesia. Termasuk juga peningkatan investasi dan pembukaan lapangan kerja.

Baca juga: Hadapi Gugatan Uni Eropa soal Nikel di WTO, Ini 3 Argumen yang Bisa Dicoba Pemerintah

Jokowi mencontohkan nikel yang mendapatkan nilai tambah 10 kali lipat bila menjadi besi baja. Hal itu akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia.

"Sekarang ini lompatan ekspor kita tinggi sebenarnya dari sini. Sampai akhir tahun perkiraan saya bisa 20 miliar dollar AS," ungkap Jokowi.

Setelah hal itu diterapkan pada komoditas lain, Jokowi optimis ekspor Indonesia akan terdongkrak. Hal itu akan menjadi strategi utama Indonesia ke depan. (Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli)

Baca juga: Indonesia Kerap Impor Jarum Suntik, Jokowi: Mau Tidak Mau Harus Produksi di Sini

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Setelah nikel, Jokowi juga bakal setop ekspor bauksit tahun depan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.