Pupuk Indonesia Dorong Petani Terapkan Pupuk yang Berimbang

Kompas.com - 19/11/2021, 08:00 WIB
Lewat Program Makmur, Pupuk Indonesia Tingkatkan Produksi Petani 44 Persen Pupuk IndonesiaLewat Program Makmur, Pupuk Indonesia Tingkatkan Produksi Petani 44 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong seluruh petani Tanah Air untuk menerapkan pemupukan yang berimbang.

Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto mengatakan, hal ini dilakukan untuk mendukung musim tanam sekaligus mengefisienkan penggunaan pupuk.

Diakuinya, memang sampai saat ini masih banyak petani yang menggunakan pupuk secara berlebihan atau tidak sesuai rekomendasi.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Retail, Mega Eltra Hadirkan Produk Pupuk Majemuk

"Ini menjadi tantangan di lapangan, bagaimana kita dapat mensosialisasikan kepada petani mengenai tata cara pemupukan berimbang, agar pupuk yang dipakai efisien, tidak boros," kata Nugroho dalam siaran persnya, Jumat (19/11/2021).

Nugroho menuturkan, penerapan pemupukan berimbang, juga dapat mendorong hasil panen yang lebih baik.

Adapun contoh formulasi pemupukan berimbang untuk komoditas padi adalah 5:3:2 dengan rincian 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram pupuk NPK, dan 200 kilogram pupuk urea.

"Kami berharap dengan penerapan pemupukan berimbang yang didukung oleh teknologi dan infrastruktur pertanian yang baik, akan dapat meningkatkan produktivitas yang berujung kepada meningkatnya pendapatan petani," kata dia.

Menurut Nugroho, penerapan pemupukan berimbang menjadi solusi di tengah ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas dan tingginya harga pupuk komersil, sehingga tidak semua petani memperoleh pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhannya.

Baca juga: Konsisten Berinovasi, Pupuk Kaltim Bisa Berhemat hingga Rp 60 Miliar

Hingga saat ini, lanjut Nugroho, masih banyak petani yang menganggap bahwa semakin banyak pupuk khususnya urea, maka tanaman yang dihasilkan semakin bagus.

Padahal penggunaan pupuk urea yang semakin banyak membuat kondisi lahan atau tanah menjadi tidak sehat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.