Unilever Indonesia Gelontorkan Dana untuk Penelitian di Bidang Kesehatan

Kompas.com - 19/11/2021, 14:59 WIB
logo Unilever shutterstock.comlogo Unilever
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Unilever Indonesia (UNVR) bersama Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengalokasikan dana sebesar Rp 250 juta untuk mendukung riset dan mengembangkan iklim penelitian bagi dokter dan mahasiswa kedokteran di Indonesia.

Program tersebut tertuang dalam MIRAH (Medical Innovation and Research Award in Health) 2021 yang nantinya akan menjaring 5 proposal penelitian dan 10 karya tulis ilmiah terpilih.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan, kolaborasi dari berbagai pihak mutlak diperlukan, dalam rangka promosi kesehatan dan mempercepat pencapaian target pembagunan kesehatan di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi, semoga acara ini semakin memantapkan komitmen dan tekad kita untuk mencapai Indonesia emas 2045, sehingga Bangsa Indonesia dapat meraih derajat kesehatan yang setinggi-tingginya,” kata Budi melalui siaran pers, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: Deretan Produsen Mecin Terbesar di Dunia, Perusahaan China Penguasanya

Direktur Beauty and Personal Care Unilever Indonesia Ainul Yaqin menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendampingi serta membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan bisa mendorong pengembangan penelitian dan inovasi di bidang kesehatan.

“Diharapkan program ini mendorong dan mengembangkan iklim penelitian dan inovasi kesehatan bagi dokter di Indonesia, termasuk pencegahan dan pengendalian Covid-19,” jelas Ainul.

Ainul menambahkan, riset dan inovasi merupakan bagian penting dari Unilever. Berbekal riset dan inovasi pula, rangkaian produk kebersihan dan kesehatan hadir, dan mendampingi masyarakat dalam menjalani hidup bersih dan sehat, salah satunya brand Lifebuoy.

“Selain kehadiran rangkaian produk higenitas berkualitas, upaya edukasi dan promosi kesehatan juga konsisten dilakukan perusahaan,” jelas dia.

Baca juga: Sri Mulyani: Banyak Warga Salah Paham soal Integrasi KTP dan NPWP

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng M. Faqih mengungkapkan, jumlah peneliti kesehatan di Indonesia masih tergolong rendah. Padahal, berbagai riset dan penelitian di bidang kesehatan sangatlah dibutuhkan, mengingat sebuah kebijakan akan tepat diputuskan jika didasari atas suatu penelitian.

“Inilah mengapa, kami bersama Unilever berupaya untuk membangun budaya riset dan penelitian terkait kesehatan di tengah para dokter dan mahasiswa kedokteran di Indonesia, agar kelak tercipta berbagai inovasi bermanfaat, sebagai modal penting memasuki era transformasi kesehatan.” ujarnya.

Sebagai rincian, total penghargaan senilai Rp 250 juta diberikan kepada 5 pemenang kategori proposal penelitian, di mana masing-masing pemenang akan mendapatkan dana riset sebesar Rp 35 juta. Sementara 10 pemenang karya tulis ilmiah akan mendapatkan dana apresiasi sebesar Rp 7,5 juta.

Baca juga: PPKM Level 3 Libur Nataru, Bagaimana Aturan Transportasinya? Ini Kata Kemenhub

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.