Wall Street Ditutup Bervariasi, Indeks Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kompas.com - 20/11/2021, 08:01 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange

KOMPAS.com - Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat petang (19/11/2021) waktu AS atau Sabtu pagi (20/11/2021) waktu Indonesia, dengan Nasdaq mencetak rekor dan ditutup di atas level 16.000 untuk pertama kalinya.

Penguatan ini didukung oleh kenaikan saham teknologi. Sementara indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 268,97 poin atau 0,75 persen ke 35.601,98, S&P 500 turun 6,58 poin atau 0,14 persen ke 4.697,96 dan Nasdaq Composite naik 63,73 poin atau 0,40 persen ke 16.057,44.

Baik Nasdaq dan S&P 500 mencetak kenaikan pekan ini dengan kenaikan masing-masing 1,2 persen dan 0,3 persen, setelah penurunan pekan lalu menghentikan kenaikan lebih tinggi selama lima pekan.

Baca juga: Mau Beli Saham Infrastruktur, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Investor

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 10,68 miliar saham dengan rata-rata 11,12 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Penurunan saham pada hari Jumat disebabkan oleh saham perbankan, energi, dan maskapai penerbangan yang merosot di tengah kekhawatiran bahwa negara-negara Eropa, yang memerangi kebangkitan kasus Covid-19, dapat mengikuti Austria dalam bergerak menuju penguncian penuh.

Saham perbankan turun 1,6 persen, mengikuti penurunan imbal hasil Treasury karena investor mengambil obligasi safe-haven. Indeks energi S&P turun 3,9 persen, sektor dengan kinerja terburuk, karena harga minyak mentah turun karena implikasi permintaan.

Operator termasuk Delta Air Lines, United Airlines dan American Airlines, dan kapal pesiar Norwegian Cruise Line dan Carnival Corp semuanya turun antara 0,6% dan 2,8%.

"Ini adalah waktu yang normal untuk mengambil risiko. Dan dalam kasus ini, ada begitu banyak likuiditas sehingga pasar tidak turun - hanya orang-orang yang mengambil risiko dengan pergi ke tempat yang aman," kata Jay Hatfield, kepala eksekutif Infrastructure Capital Manajemen di New York seperti dikutip Reuters.

Penurunan imbal hasil dan permintaan safe-haven mendukung saham teknologi utama, yang pada gilirannya mengangkat Nasdaq.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.