Tips agar Omzet Usaha Tetap Stabil Tanpa Obral Diskon

Kompas.com - 20/11/2021, 11:17 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

3. Harga yang merakyat

Membangun citra suatu produk bisa dilakukan dengan cara menetapkan harga jual yang mahal. Tetapi, apakah peminatnya sama banyak dengan produk yang harganya terjangkau? Tentu saja tidak.

Produk mahal biasanya ditujukan untuk kalangan menengah ke atas atau hanya kalangan atas saja. Sedangkan produk yang harganya merakyat bisa dipakai siapa saja, termasuk orang kaya yang doyan produk murah meriah.

Dengan banyaknya pembeli yang dapat dijangkau, kamu tidak perlu obral diskon atau promo apapun. Pastikan saja jika stok barang selalu ada, supaya konsumen bisa mendapatkan produkmu kapanpun.

Baca Juga: 7 Tips Sukses Memasarkan Produk Jualan Lewat Youtube

4. Membangun relasi dengan konsumen

Selanjutnya adalah membangun relasi atau engagement dengan konsumen. Caranya bisa dengan membuat cuplikan video singkat tentang produk yang akan dirilis.

Unggah video tersebut di media sosial perusahaan, lalu buat Q&A. Trik pemasaran ini akan membuat konsumen penasaran, kepo dengan produk yang bakal diluncurkan.

Cara lainnya membangun hubungan baik dengan konsumen adalah membuat konten semenarik mungkin agar pelanggan tertarik membeli produk kamu.

Customer engagement dapat menjadi jembatan yang membuat bisnis dapat terus menghasilkan keuntungan yang diharapkan. Jadi, ini cara yang bagus untuk menjaga omzet penjualan tetap stabil.

5. Melakukan inovasi produk

Konsumen manapun pasti bosan dengan produk yang sama setiap tahun. Tidak ada yang baru atau fresh. Inovasi produk sangat penting untuk menghilangkan kejenuhan.

Sesekali keluarkan produk teranyar. Bisa membuat produk baru, atau rebranding maupun repacking produk lama. Kehadiran produk baru biasanya akan meningkatkan kembali minat konsumen.

Kalau antusiasme maupun minat konsumen tinggi lagi, tentu saja akan menaikkan omzet penjualan. Sebelum melakukan inovasi produk, lakukan riset pasar, dan strategi lainnya untuk mengurangi potensi produk gagal di pasaran.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.