Jokowi: Investasi Ngantri Masuk ke Pertamina-PLN, Tapi Birokrasinya Ruwet

Kompas.com - 20/11/2021, 16:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) yang terkesan lambat dalam merespons investasi yang datang ke kedua perusahaan pelat merah tersebut.

Menurutnya, banyak investasi yang mau masuk ke Pertamina dan PLN, tetapi tidak dieksekusi dengan cepat akibat birokrasi yang ruwet.

"Saya lihat sebetulnya investasi yang ingin masuk ke Pertamina dan PLN ini ngantri banyak sekali. Tapi ruwet. Ruwetnya itu ada di birokrasi kita dan di BUMN kita sendiri," ungkap Jokowi saat memberi pengarahan pada komisaris dan direksi PLN-Pertamina, Sabtu (20/11/2021).

Baca juga: Pertamina Targetkan Porsi Energi Terbarukan Jadi 17 Persen di 2030

Ia pun mengaku, sering kali ingin marah ketika melakukan tinjauan ke lapangan namun melihat sejumlah program atau proyek yang tak bisa ditangani dengan segera. Oleh sebab itu, dia minta komisaris dan direksi Pertamina-PLN bisa melakukan perbaikan.

"Saya ke lapangan, kadang-kadang ingin marah untuk sesuatu yang saya tahu itu sesuatu yang gampang, tapi kok sulit banget dilakukan, kok enggak jalan-jalan. Ini harus terus diperbaiki dengan profesionalisme yang bapak-ibu miliki," tegasnya.

Jokowi mengatakan, keputusan terkait investasi yang dijalankan memang ada di perusahaan, tapi pemerintah juga memiliki strategi besar untuk mendorong kemajuan negara. Maka, dalam hal ini penting antara profesionalisme dan kepentingan negara bisa berjalan beriringan.

Oleh karena itu, kata dia, jika ada suatu proyek yang akan dikerjakan, terlebih yang sifatnya penugasan, maka seluruh risiko, konsekuensi, dan kalkukasi dari proyek tersebut harus dilaporkan. Sehingga diharapkan dari proyek yang dikerjakan itu bisa mendukung rencana besar pemerintah.

"Juga kalau sudah ada rencananya, dan itu sudah kita sepakati, jangan di ulur (pengerjaannya)," imbuh Jokowi.

Menurut Jokowi, kesempatan investasi yang di Pertamina dan PLN akan terbuka lebar, jika para petinggi di dua BUMN tersebut mau membuka lebar-lebar pintu investasinya. Ia bilang, keterbukaan investasi ini yang diinginkannya, sekaligus tujuan dari terbitnya UU Cipta Kerja.

"Kesempatan investasi itu terbuka sangat lebar, kalau saudara-saudara terbuka, mau membuka pintunya (investasi) lebar-lebar. Keterbukaan itu yang saya inginkan," kata dia.

Baca juga: Bos PLN Sebut Tarif Listrik di Indonesia Paling Rendah se-Asia Tenggara

Salah satu proyek yang menjadi sorotan Jokowi adalah pembangunan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Proyek ini dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) dan Rosneft Singapore Pte Ltd dengan membentuk perusahaan patungan PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia.

Menurutnya, proyek dengan nilai investasi Rp168 triliun itu berjalan lambat. Lantaran realisasinya baru mencapai Rp 5,8 triliun atau baru sekitar 3,5 persen dari tota investasi.

"Contohnya, bertahun-tahun yang namanya investasi Rosneft di Tuban. Sudah mulai memang, saya ngerti, tetapi Rosneft ingin cepat tapi kitanya enggak pengen cepat. Padahal ini investasinya gede sekali, tapi realisasi kira-kira baru Rp 5,8 triliun, itu 5 persen aja belum ada," ucap Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Work Smart
Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Whats New
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Rilis
Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Work Smart
Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Whats New
PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

Whats New
Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Earn Smart
Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Whats New
Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Whats New
DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Whats New
Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Work Smart
Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Earn Smart
Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Whats New
IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.