Kompas.com - 21/11/2021, 17:03 WIB
Alibaba Office bbc.comAlibaba Office
Penulis Mutia Fauzia
|


BEIJING, KOMPAS.com - Otoritas pasar China menjatuhkan hukuman denda untuk perusahaan seperti Alibaba, Baidu, dan JD.com.

Dilansir dari CNBC, Minggu (21/11/2021), hukuman denda dijatuhkan lantaran perusahaan dianggap gagal melaporkan 43 aksi korporasi sejak tahun 2012 kepada pihak berwenang.

Otoritas menganggap, perusahaan telah melanggar Undang-Undang Anti Monopoli yang berlaku di negara tersebut.

Perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran tersebut bakal didenda sebesar 500.000 yuan atau 78.000 dollar AS (Rp 1,11 miliar), atau denda maksimum yang tertuang dalam Undang-Undang Anti Monopoli yang dikeluarkan tahun 2008.

Baca juga: Bank Raya dan SiCepat Ekspres Jalin Kerja Sama Pembiayaan Gig Economy

Seperti diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, China tengah mengetatkan pengawasan terhadap platform digital. Hal ini berbalikan dengan pendekatan laissez faire yang sebelumnya sempat dianut China.

Pemerintah setempat beranggapakan, terdapat risiko penyalah gunaan kekuatan pasar untuk melumpuhkan persaingan, penyalahgunaan data konsumen, dan pelanggaran hak-hak konsumen.

Salah satu aksi korporasi yang disebut tak dilaporkan kepada pihak berwenang yakni akuisisi yang dilakukan oleh Baidu dan rekan di tahun 2012, serta di tahun 2021, Baidu serta perusahaan otomotif Zhejiang Geely Holdings membentuk perusahaan baru untuk memproduksi kendaraan energi terbarukan.

Aksi korporasi lainnya yakni dilakukan oleh Alibaba pada tahun 2014 ketika mengakuisisi perusahaan digital mapping dan navigasi China AutoNavi.

Selain itu, Alibaba pada tahun 2018 lalu juga membeli 44 persen saham Ele.me untuk menjadi pemegang saham terbesar dari perusahaan layanan pengantar makanan tersebut.

Sebelumnya, pada Desember tahun lalu, untuk pertama kalinya Otoritas Tata Usaha Negara atas Pengawasan Pasar setempat juga telah mendenda Alibaba dan Shenzen Hive Box sebesar 500.000 yuan masing-masing lantaran tak melaporkan aksi korporasi dengan benar untuk peninjauan tindakan anti monopoli.

Baca juga: Potensi Besar Pasar Rusia untuk Produk Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Earn Smart
Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Whats New
Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan 'Ransomware', Data Kritikal Dipastikan Aman

Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan "Ransomware", Data Kritikal Dipastikan Aman

Whats New
3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

Whats New
Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Rilis
Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Spend Smart
IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

Earn Smart
Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Whats New
Mengenal Hukum Penawaran, Begini Bunyi dan Faktor yang Memengaruhinya

Mengenal Hukum Penawaran, Begini Bunyi dan Faktor yang Memengaruhinya

Earn Smart
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun 1.000 Per Gram

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun 1.000 Per Gram

Whats New
Cara Mengaktifkan ShopeePay dengan Mudah, Bisa Langsung Dipakai

Cara Mengaktifkan ShopeePay dengan Mudah, Bisa Langsung Dipakai

Spend Smart
Waskita Karya Gandeng Danareksa, Tawarkan 5 Aset Properti ke Investor

Waskita Karya Gandeng Danareksa, Tawarkan 5 Aset Properti ke Investor

Whats New
 IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Earn Smart
Unduh M-Paspor, Cara Membuat Paspor 'Online' Lebih Cepat dan Mudah

Unduh M-Paspor, Cara Membuat Paspor "Online" Lebih Cepat dan Mudah

Whats New
Duduk Perkara Lengkap Mahalnya Harga Minyak Goreng, Dugaan Kartel, Kebijakan Satu Harga Rp 14.000 Per Liter, hingga 'Panic Buying' Warga

Duduk Perkara Lengkap Mahalnya Harga Minyak Goreng, Dugaan Kartel, Kebijakan Satu Harga Rp 14.000 Per Liter, hingga "Panic Buying" Warga

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.