Mitratel Melantai di BEI Hari Ini, Simak Prospektus Singkatnya

Kompas.com - 22/11/2021, 07:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dengan kode emiten MTEL dijadwalkan akan melantai (listing) hari ini di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan prospektus, harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering /IPO perseroan Rp 800 per saham.

Adapun jumlah saham yang dilepas sebanyak 22,9 miliar saham atau setara dengan 27,63 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor perusahaan setelah penawaran umum dengan nominal Rp 228 per saham. Dari IPO ini, perseroan berpeluang menghimpun dana sebesar Rp 18,34 triliun.

Sebelumnya, Mitratel menetapkan rentang harga Rp 775-Rp 975 per saham, dan jika harga IPO yang ditetapkan adalah harga tertinggi, dan laris diserap investor, maka Mitratel berpotensi menyalip rekor penggalangan dana IPO oleh PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang listing Agustus lalu sebesar Rp 22 triliun.

Baca juga: Mitratel Sebentar Lagi IPO, Bagaimana Prospek Saham TLKM?

PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dari IPO Mitratel. Nantinya, dana hasil hasil IPO, akan digunakan perseroan untuk modal usaha dan ekspansi bisnis sebesar 44 persen.

Sebagai informasi, IPO Mitratel merupakan IPO perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama dalam kurun waktu 8 tahun terakhir. Di tahun 2013, perusahaan BUMN yang melaintai di BEI adalah PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR).

Dengan dilaksanakannya IPO, maka Mitratel berpeluang mencapai kapitalisasi pasar Rp 68,43 triliun. Angka ini merupakan yang terbesar dibanding dua perusahaan sejenis yang ada di BEI, yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

TOWR yang berafiliasi dengan Grup Djarum mempunya kapitalisasi pasar Rp 60,2 triliun. Sedangkan TBIG milik Grup Saratoga Rp 66,1 triliun.

Adapun kinerja MTEL akhir semester pertama tahun 2021 menunjukkan pertumbuhan pendapatan pada semester I tahun 2021 sebesar 10,6 persen sebesar Rp 3,22 triliun, dibanding periode sama tahun lalu Rp 2,91 triliun.

Baca juga: IPO Mitratel, Simak Prospeknya Menurut Analis

Di sepanjang tahun 2020, MTEL juga mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 16,6 persen dibanding periode sama tahun 2019, sebesar 16,1 persen atau menjadi Rp 6,18 triliun dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 5,32 triliun.

Di tahun 2019 MTEL juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17,7 persen dibanding tahun 2018 yakni Rp 4,52 triliun.

Adapun laba bersih anak usaha Grup Telkom tersebut melesat 356 persen yakni Rp 700,7 miliar jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 153,7 miliar. Sepanjang tahun 2020 laba bersih Mitratel tercatat Rp 602 miliar.

Jumlah asset MTEL juga naik 27,57 persen menjadi Rp 32,25 triliun, atau naik jika dibandingkan dengan Desember tahun 2020 sebesar Rp 25,28 triliun. Rinciannya, aset lancar Rp 3,61 triliun dan aset tidak lancar Rp 28,64 triliun.

Baca juga: Mitratel Patok Harga IPO Rp 800 Per Saham, Bagaimana Prospeknya?

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap-siap, ASN Bertugas di DKI Jakarta Mulai Dimutasi Tahun Ini ke IKN

Siap-siap, ASN Bertugas di DKI Jakarta Mulai Dimutasi Tahun Ini ke IKN

Whats New
Politik Desentralisasi dan Transisi Energi Kita

Politik Desentralisasi dan Transisi Energi Kita

Whats New
Cek Rekening, Hari Ini Gaji Ke-13 ASN Cair

Cek Rekening, Hari Ini Gaji Ke-13 ASN Cair

Whats New
Siap–siap Tarif Listrik Mulai Naik Hari Ini, Cek Harga dan Besarannya

Siap–siap Tarif Listrik Mulai Naik Hari Ini, Cek Harga dan Besarannya

Whats New
Hari Ini, Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai

Hari Ini, Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai

Whats New
Lengkap, Ini Update Tarif Listrik per 1 Juli 2022 Usai Kenaikan

Lengkap, Ini Update Tarif Listrik per 1 Juli 2022 Usai Kenaikan

Whats New
Simak 2 Langkah Mudah Sisihkan Dana untuk Kurban Idul Adha

Simak 2 Langkah Mudah Sisihkan Dana untuk Kurban Idul Adha

Spend Smart
Kemenhub Evaluasi Regulasi Harga Tiket Pesawat, Maskapai Bisa Naikkan Tarif Batas Atas

Kemenhub Evaluasi Regulasi Harga Tiket Pesawat, Maskapai Bisa Naikkan Tarif Batas Atas

Whats New
Mitigasi Perubahan Iklim Mahal, Kemenkeu: Dana Pemerintah untuk Transisi Energi Tidak Cukup...

Mitigasi Perubahan Iklim Mahal, Kemenkeu: Dana Pemerintah untuk Transisi Energi Tidak Cukup...

Whats New
YLKI Khawatir Konsumen Buru Rokok Murah, Jika Batasan Produksi Tak Diubah

YLKI Khawatir Konsumen Buru Rokok Murah, Jika Batasan Produksi Tak Diubah

Whats New
[POPULER MONEY] Beli Elpiji 3Kg Juga Pakai MyPertamina? | 10 Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

[POPULER MONEY] Beli Elpiji 3Kg Juga Pakai MyPertamina? | 10 Tempat Kerja Terbaik di Indonesia

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Pemerintah Dinilai Perlu Cepat Turun Tangan Atasi Kenaikan Harga Avtur

Whats New
Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Ditjen Pajak: Peserta PPS Meningkat Sangat Signifikan dalam 24 Jam

Whats New
Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Emiten Pengelola Lucy in The Sky Ekspansi Gerai di Baru di Cikini

Whats New
Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.