Ekonomi Mulai Menggeliat, Kredit Perbankan Diprediksi Bakal Positif

Kompas.com - 22/11/2021, 12:13 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020) Dok. Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi video di Jakarta, Jumat (17/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksi, permintaan kredit perbankan hingga akhir tahun 2021 akan terus mengalami pertumbuhan. Ini selaras dengan mulai kembali menggeliatnya perekonomian nasional.

Seiring dengan terus direlaksasinya kebijakan PPKM, mobilitas masyarakat mulai kembali pulih, serta permintaan atas komoditas pun mengalami kenaikan. Dengan demikian, kebutuhan atas pembiayaan perbankan juga turut mengalami kenaikan.

"Pertumbuhan kredit ke depan juga akan meningkat. Baik dari sisi penawaran oleh perbankan, terutama dari kenaikan permintaan kredit oleh dunia usaha," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam konferensi pers virtual akhir pekan lalu, dikutip Senin (22/11/2021).

Baca juga: Bank Mandiri Beri Fasilitas Kredit Rp 2 Triliun kepada IIF

Perry menjelaskan, permintaan atau demand menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan kredit perbankan. Oleh karenanya, dengan telah dibukanya berbagai aktivitas ekonomi, permintaan itu bakal mengalami penguatan.

Sementara itu dari sisi penawaran kredit, Perry menilai, satu-satunya permasalahan yang dihadapi ialah persepsi risiko kredit. Akan tetapi, persepsi risiko ini diprediksi terus membaik, sejalan dengan tren pemulihan ekonomi nasional.

"Persepsi risiko ke depannya Insya Allah akan lebih baik," katanya.

Adapun likuiditas perbankan tercatat berada pada level yang cukup. Artinya, perbankan masih sangat mampu untuk menjalankan fungsi intermediasi.

Bank sentral mencatat, rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) berada pada level 34,05 persen. Sementara itu, DPK tumbuh sebesar 9,44 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Kondisi likuiditas sangat longgar didorong kebijakan moneter yang akomodatif dan dampak sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional," tutur Perry.

Hingga Oktober 2021, BI mencatat intermedias perbankan tumbuh sebesar 3,24 persen secara yoy. Pertumbuhan terjadi pada seluruh kelompok penggunaan kredit.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Whats New
Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Whats New
Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Work Smart
Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Spend Smart
Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Spend Smart
139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

Whats New
Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Whats New
Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Earn Smart
Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Whats New
Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan 'Ransomware', Data Kritikal Dipastikan Aman

Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan "Ransomware", Data Kritikal Dipastikan Aman

Whats New
3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

Whats New
Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Rilis
Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Spend Smart
IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

Earn Smart
Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.