Ini yang Dilakukan Berdikari Selamatkan Peternak Ayam Mandiri Ketika Harga Telur Anjlok

Kompas.com - 22/11/2021, 17:52 WIB
Kondisi kandang peternak ayam petelur di Desa Jepangrejo, Blora, Senin (11/10/2021) KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANAKondisi kandang peternak ayam petelur di Desa Jepangrejo, Blora, Senin (11/10/2021)

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Perekonomian RI meminta PT Berdikari (Persero) melakukan Aksi Solidaritas Bersama untuk Peternak Rakyat agar menyelamatkan peternak ayam mandiri dalam kondisi harga telur yang anjlok secara terus menerus.

Direktur Utama Berdikari Harry Warganegara mengatakan, pihaknya dari 16 Oktober 2021 kemarin, telah melaksanakan pembelian hingga 25,72 ton telur dalam aksi tersebut, di mana penyalurannya diberikan kepada berbagai pihak yang membutuhkan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

Baca juga: Kerek Produksi Susu Segar, Frisian Flag Jalin Mitra 15 Koperasi Peternak Sapi Perah Lokal

Terbaru, pihaknya juga telah menyalurkan telur melalui program TJSL Berdikari sebanyak 700 kilogram yang bersinergi dengan NU Care - Lazisnu NU Jakarta Selatan dan RMI NU, menjadikan serapan telur yang dilaksanakan oleh Berdikari mencapai 63,46 ton pada 2021 ini.

Selain penyerapan melalui Berdikari, berbagai pihak juga telah melakukan penyerapan langsung dari peternak layer.

Seperti Kementerian Pertanian RI yang terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi efek fluktuasi harga pada peternak seperti penyerapan satu juta butir telur, serta sektor swasta yang mendukung upaya pemerintah tersebut dengan menyerap produksi telur secara bertahap dari wilayah operasionalnya.

Hasil dari upaya berbagai pihak tersebut dapat terlihat dari harga telur di tingkat peternak di Blitar.

Berdasarkan data Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), harganya Rp 14.500 per kilogram pada 16 Oktober 2021 naik menjadi Rp 22.500 per kilogram pada 10 November 2021 meski terakhir menjadi Rp 19.800 per kilogram pada 17 November 2021.

Baca juga: Stabilkan Harga, Japfa Serap Telur Peternak Nasional

Harga pada daerah lainpun juga mengalami tren serupa, sehingga Aksi Solidaritas Bersama Untuk Peternak Rakyat tersebut dapat dikatakan berdampak positif pada harga telur tingkat peternak yang tadinya anjlok, kembali ke kisaran harga sesuai HAP Kemendag RI.

“Kami berterima kasih kepada berbagai pihak yang turut mendukung langkah strategis dari pemerintah dalam mengupayakan kembalinya harga jual peternak ayam layer ke tingkat sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP). Kami harap akan ada lebih banyak lagi instansi negara dan sesama BUMN hingga sektor swasta yang turut berkontribusi aktif menyerap telur dalam jangka pendek ini,” ungkap Harry dalam siaran persnya, Senin (22/11/2021).

Harry menuturkan, situasi saat ini yang menimpa peternak layer mandiri sejatinya memiliki kompleksitas tinggi. Mulai dari pakan yang menjulang harganya, hingga penyerapan telur dan karkas ayam dari industri Hotel Restoran Café (Horeca) yang menurun.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.