Harga Saham Mitratel Masih di Bawah Harga IPO, Simak Rekomendasi Analis

Kompas.com - 23/11/2021, 13:15 WIB
Anak usaha Telkom, Mitratel, memiliki portofolio berupa lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Dok. Humas TelkomAnak usaha Telkom, Mitratel, memiliki portofolio berupa lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Di hari kedua ditransaksikan, saham PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dengan kode emiten MTEL cenderung bergerak stagnan, atau tidak bergerak dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 765 per saham, berdasarkan data RTI.

Pada hari pertama penawaran umum saham perdana atau initial public offering /IPO, MTEL dilepas dengan harga Rp 800 per saham.

Analis PT Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pelaku pasar dan investor tentu menaruh harapan dengan IPO MTEL.

Baca juga: Kenapa Saham Mitratel Malah Nyungsep di Hari Pertama IPO? Ini Kata Analis

Menurut dia, saham MTEL cukup menarik karena merupakan IPO anak usaha Telkom yang memiliki potensi besar untuk menjadi pemain nomor saru di industry Menara.

“Secara prospek, tentu ini sangat menarik. Oleh sebab itu, pelaku pasar dan investor membelinya. Jika ditanya kenapa di hari pertama IPO harganya tidak mentok ke atas, tentu saja ini adalah mekanisme pasar,” jelas Nico.

Menurut dia, ketika harga saham mengalami penurunan, tentunya bagi investor jangka panjang, ini merupakan kesempatan emas untuk melakukan akumulasi beli.

Di sisi lain, ia menilai tahun 2022, sektor infrastruktur akan naik posisi dan akan menunjukkan pemulihan yang lebih baik.

Nico menambahkan, bagi investor yang melihat prospek jangka panjang, setiap penurunan adalah sebuah kesempatan untuk melakukan akumulasi beli di bawah harga IPO.

Baca juga: Mitratel Resmi IPO, Begini Kata Telkom

"Di tahun 2022, infrastruktur akan naik posisi menjadi big five sector, dan kita yakin akan mengalami pertumbuhan di masa mendatang karena tahun 2022 merupakan masa pemulihan setelah ketidakpastian,” jelas dia.

Gembong Suwito, CFP Perencana Keuangan Finansialku, mengungkapkan, saham MTEL sangat cocok dikoleksi untuk jangka panjang. Apalagi secara fundamental, net margin MTEL di atas 20 persen.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.