Fitch Ratings Pertahankan Peringkat Kredit RI, Kemenkeu: Ekonomi Sudah Pulih...

Kompas.com - 24/11/2021, 07:42 WIB
Ilustrasi Indonesia SHUTTERSTOCKIlustrasi Indonesia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit BBB dengan outlook stabil kepada Indonesia.

Hal ini terjadi setelah beberapa lembaga pemeringkat melakukan aksi penurunan sebanyak 39 kali kepada 26 negara sepanjang tahun 2021.

"Fitch menilai aktivitas ekonomi Indonesia sudah pulih secara bertahap dari tekanan Covid-19 didukung oleh kebijakan penanganan pandemi yang makin membaik serta didorong upaya percepatan vaksinasi oleh Pemerintah," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari dalam siaran pers, Rabu (24/11/2021).

Dalam paparannya, Fitch memperkirakan ekonomi Indonesia akan pulih dan tumbuh sebesar 3,2 persen pada tahun 2021 dan 6,8 persen tahun 2022. Namun, Fitch menilai risiko evolusi pandemi akan menjadi tantangan pemerintah dalam beberapa tahun mendatang.

Meskipun demikian, Fitch yakin pertumbuhan ekonomi akan konsisten pada kisaran 6 persen yang didukung oleh penanganan pandemi Covid-19 yang optimal dan pelaksanaan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja.

Baca juga: Erick Thohir: Indonesia Punya Potensi Jadi Poros Maritim Dunia

"Pemerintah memperkirakan tren pemulihan akan terus berlanjut dengan kinerja pertumbuhan yang diproyeksikan menguat di triwulan-IV. Pemerintah juga terus waspada terhadap perkembangan Covid-19 dan meningkatkan disiplin protokol kesehatan serta program vaksinasi agar laju pemulihan ekonomi semakin kuat dan berkelanjutan," ucap Rahayu.

Lebih lanjut Fitch memperkirakan defisit fiskal turun menjadi 4,5 persen pada tahun 2022 dari 5,4 persen pada tahun 2021. Fitch berharap reformasi perpajakan mampu membantu pemerintah untuk memenuhi target defisit APBN di bawah 3 persen terhadap PDB pada tahun 2023.

Di sisi lain kata Rahayu, Fitch mengingatkan Indonesia untuk tetap berhati-hati terhadap pergeseran sentimen investor terhadap pasar negara berkembang mengingat ketergantungan yang tinggi pada arus masuk portofolio dan ekspor komoditas.

"Keputusan lembaga pemeringkat mempertahankan peringkat kredit Indonesia merupakan pengakuan atas stabilitas makroekonomi dan prospek jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga di tengah situasi pandemi Covid-19," pungkas dia.

Baca juga: Cerita Mantan Driver Ojol yang Kini Membuka Lapangan Pekerjaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.