Menilik Prospek Kinerja Mitratel Jangka Panjang Pasca-IPO

Kompas.com - 24/11/2021, 10:55 WIB
Anak usaha Telkom, Mitratel, memiliki portofolio berupa lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Dok. Humas TelkomAnak usaha Telkom, Mitratel, memiliki portofolio berupa lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasca-penawaran perdadana saham atau initial public offering (IPO), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel dinilai memiliki potensi bertumbuh.

Apalagi anak perusahaan Telkom tersebut memiliki menara telekomunikasi terbanyak dan tersebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut analis Verdhana Sekuritas Indonesia Nicholas Santoso dan Raymond Kosasih, pertumbuhan kinerja keuangan MTEL diprediksi lebih pesat dalam jangka panjang. Peluang bertumbuh tersebut didukung oleh kebutuhan para operator telekomunikasi ke depannya yang cukup tinggi.

Baca juga: Harga Saham Mitratel Masih di Bawah Harga IPO, Simak Rekomendasi Analis

“Mitratel memiliki kejelasan rencana pengembangan bisnis baik melalui akuisisi (anorganic) maupun organic disertai keunggulan lokasi tower. Perseroan juga sangat siap menangkap peluang dalam menyambut era 5G karena lebih dari 50 persen menara Mitratel bersifat fiber-ready,” kata Nicholas dalam siaran pers, Rabu (24/11/2021).

Sejalan dengan 5G dengan dukungan fiberisasi Mitratel juga dapat mengembangkan portfolio lain diantaranya edge computing dengan memanfaatkan space yang ada. Menurut Raymond, Mitratel memiliki potensi pertumbuhan organik yang pesat dalam jangka panjang, seiring masih besarnya potensi penyewaan menara telekomunikasi di Indonesia.

“Kami memberikan outlook positif terhadap bisnis menara telekomunikasi di Indonesia, seiring dengan pesatnya pertumbuhan trafik data di dalam negeri dan sejalan dengan mulai diterapkannya 5G. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap Mitratel,” jelas Raymond.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Besarnya peluang pertumbuhan kinerja Mitratel juga didukung oleh posisi perseroan sebagai penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Posisi tersebut menghasilkan potensi pertumbuhan, khususnya bersumber dari co-location (co-lo) yang tersebar di berbagai daerah.

Hingga Agustus 2021, Mitratel tercatat memiliki 28.030 menara telekomunikasi dengan 42.016 penyewa. Angka tersebut menunjukkan rasio kolokasi 1,5 kali. Menara perseroan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan komposisi 57,3 persen menara berada di luar Pulau Jawa.

Berdasarkan data, rasio kolokasi menara perseroan di luar Pulau Jawa mencapai 1,39 kali dibandingkan di Jawa sekitar 1,64 kali. Hal ini menggambarkan masih besarnya potensi pertumbuhan penyewaan menara perseroan, khususnya di luar Pulau Jawa.

Saat ini, Mitratel diperkirakan menguasai pangsa pasar sebesar 24 persen di Tanah Air. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun 2018 yang sekitar 17 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.