RI Mulai Produksi Mobil Listrik Tahun Depan, Sebagian Diekspor

Kompas.com - 25/11/2021, 09:14 WIB
Ilustrasi mobil ShutterstockIlustrasi mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia melalui pabrik Hyundai bakal memproduksi mobil listrik mulai Maret 2022.

Produksi tersebut nantinya tidak hanya mengisi kebutuhan dalam negeri, melainkan 50 persen hasil produksi akan diekspor ke luar negeri.

"Ini sebagai simbol Indonesia akan mulai produksi elektrik vehicle mulai Maret 2020 di pabrik di Cikarang. Tentunya ini bukan hanya kebutuhan dalam negeri tapi juga untuk kebutuhan ekspor," kata Airlangga kepada awak media saat penyerahan mobil listrik untuk KTT G20, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Ahok Tolak Rencana Akuisisi Perusahaan Mobil Listrik Jerman oleh Indonesia Battery Corporation

Mantan Menteri Perindustrian ini menjelaskan, produksi mobil listrik yang dimulai tahun depan usai Hyundai berinvestasi sebesar 1,55 miliar dollar AS untuk membangun Indonesia menjadi hub mobil listrik.

Hyundai diketahui mengembangkan pusat manufaktur pertamanya di ASEAN yang berlokasi di Kota Deltamas, Bekasi.

"Dengan kapasitas maksimum per tahun sebesar 250.000 unit, tentunya hal ini akan menyediakan ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Airlangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Airlangga berujar, pemerintah Indonesia akan terus mendorong perusahaan-perusahaan Korea Selatan untuk mengembangkan usaha dan investasi di Indonesia.

Adapun selain berinvestasi, Hyundai Motor Indonesia (HMID) selaku perwakilan Hyundai Motor Company di memberikan dukungan operasional berupa 42 unit Electric Vehicle (EV) mobil listrik untuk penyelenggaraan Pertemuan Sherpa ke-1 Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

Penggunaan mobil listrik dalam KTT G20 menjadi salah satu cara Indonesia dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen secara mandiri atau 41 persen jika mendapat dorongan internasional.

"Kolaborasi dengan Hyundai merupakan bentuk dukungan dari private sector dalam menyukseskan Presidensi G20 Indonesia melalui penggunaan sarana transportasi yang ramah lingkungan," jelas Airlangga.

Baca juga: PLN Buka Peluang Kerja Sama Bisnis ‘Pom Bensin’ Mobil Listrik

Selain menyediakan 42 unit mobil listrik untuk transportasi para delegasi, Hyundai juga menyiapkan pelatihan khusus bagi para calon pengemudi serta memasang 2 unit mobil listrik Charging Station di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai pelengkap operasional mobil listrik.

”Indonesia mendorong produksi kendaraan listrik, dan tentu selanjutnya salah satu target dari Indonesia sesuai tema G20 yaitu Recover Together, Recover Stronger maka kita secara bersama-sama menangani seluruh persoalan baik itu pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi, transformasi digital dan tantangan lingkungan ke depan,” pungkas Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.