Luhut Yakin Perusahaan Perancis Bakal Investasi Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Kompas.com - 25/11/2021, 11:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Perancis telah menandatangani Letter of Intent (LoI) mengenai Kerja sama Percepatan Transisi Energi di Indonesia.

Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian.

Dengan penandatanganan LoI ini, Luhut yakin akan banyak perusahaan Perancis yang melakukan investasi di Indonesia terutama dalam bidang baterai mobil listrik. Selain itu, juga ada potensi kerja sama kemaritiman yang mengedepankan konsep hijau.

Baca juga: RI Mulai Produksi Mobil Listrik Tahun Depan, Sebagian Diekspor

"Kami menyambut Perancis sebagai mitra strategis untuk mengembangkan industri berteknologi bersih dan berkelanjutan di Indonesia terutama di industri kemaritiman," kata dia dalam siaran persnya, Kamis (25/11/2021).

Pada masa mendatang, kegiatan/proyek kerja sama lebih rinci yang dilaksanakan Perancis dan Indonesia dalam LoI ini akan dituangkan pada perjanjian yang terpisah sehingga makin konkret.

LoI ini memuat berupa skema pinjaman konsesi pengembangan kebijakan sustainable and inclusive energy programme, pinjaman konsesi kepada PLN untuk proyek transmisi dan distribusi.

Berikutnya juga mengenai hibah untuk tenaga ahli dan studi kelayakan, termasuk kredit kepada bank milik negara untuk proyek pembangkit listrik tenaga mini hidro serta energi terbarukan lainnya.

"Kerja sama antar kedua negara penting bukan hanya di sektor energi namun juga sektor ekonomi, kesehatan, industri IT, pertahanan, kemaritiman, dan lingkungan," ujarnya.

Baca juga: Luhut: Hadapi Covid Kita Tidak Boleh Jumawa

Sementara Menlu Perancis Jean-Yves Le Drian menyatakan, kesiapannya dalam hal penanaman investasi terutama di bidang kesehatan dan energi energi terbarukan.

"Transformasi dan inovasi teknologi dalam bidang energi sangat penting dan untuk itu investasi dalam dua bidang ini akan kami lakukan di Indonesia. Hal ini didasarkan pada berbagai capaian Indonesia di bawah kepemimpinan Menko Luhut baik dalam menangani Covid-19 di tingkat nasional dan berbagai strategi program di bidang energi, termasuk kesepakatan internasional para pemimpin dunia untuk menurunkan emisi karbon saat G20 di lalu," tuturnya.

Lebih lanjut Jean Yves mengatakan, Perancis mempertimbangkan keterlibatannya dalam transisi energi.

"Saya sangat mengapresiasi keseriusan Indonesia yang terus melakukan transisi energi, misalnya mengganti sumber energi fosil seperti batubara menjadi energi listrik berbasis teknologi bersih. Saya rasa Perancis bisa ikut ambil bagian dalam percepat transformasi ini," ujarnya.

Baca juga: Luhut Girang Penanganan Covid di Indonesia Dipuji Perancis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.