Jelang Akhir Pekan, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Kompas.com - 26/11/2021, 09:35 WIB
Ilustrasi pergerakan saham dan pelaku pasar (Pixabay) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIIlustrasi pergerakan saham dan pelaku pasar (Pixabay)

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona merah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (26/11/2021).

Demikian juga dengan mata uang garuda yang melemah pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.06 WIB, IHSG berada pada level 6.670,31 atau naik 29,02 poin (0,43 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.699,34.

Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Sebanyak 147 saham melaju di zona hijau dan 230 saham di zona merah. Sedangkan 194 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 790,5 miliar dengan volume 1,6 miliar saham.

Bursa Asia merah dengan penurunan Hang Seng Hong Kong 1,54 persen, Shanghai Komposit 0,24 persen, strait Times melemah 1,06 persen, dan Nikkei 2,24 persen.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, secara teknikal didukung stochastic yang melebar setelah membentuk deadcross di sekitar area overbought setelah gagal menembus resistance all-time high.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pola ini menunjukkan trend konsolidasi jangka pendek dengan kecenderungan melemah. Pergerakan di akhir pekan akan minim sentimen terutama dari data ekonomi,” kata Dennies dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.03 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.298 per dollar AS, atau turun 10 poin (0,07 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.288 per dollar AS.

Baca juga: Punya Konsep TOD, Saham Adhi Commuter Properti Bakal Diburu Investor dan Berpotensi Naik

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena sentimen penguatan dollar AS akibat percepatan pengetatan moneter di AS.

"Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah hari ini terhadap dollar AS. Sentimen potensi percepatan pengetatan moneter di AS masih menjadi pendorong penguatan dollar AS terhadap nilai tukar lainnya," kata Ariston kepada Kompas.com.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.