Tanya-tanya Pajak di Kompas.com
Konsultasi dan Update Pajak

Tanya-tanya Pajak merupakan kolaborasi Kompas.com dan MUC Consulting, untuk Sahabat Kompas.com bertanya dan memperbarui (update) informasi seputar kebijakan dan praktik perpajakan.

Apakah Bisnis Outing dan Camping Kena Pajak?

Kompas.com - 26/11/2021, 10:16 WIB
Ilustrasi camping ground. SHUTTERSTOCK/ROY ISMAILIlustrasi camping ground.

Dear, Tanya-tanya Pajak...

Saya dan bersama sejumlah kawan belum lama ini memulai bisnis jasa wisata petualangan di alam bebas (outing). Kami juga dipercaya mengelola area di pegunungan Jawa Barat, yang rencananya akan kami jadikan tempat wisata camping keluarga.

Selama ini, kami tidak memikirkan soal pajak apa pun karena merasa aktivitas kami sebatas hobi. Apabila bisnis ini ingin kami seriusi, sebenarnya aspek pajak seperti apa, baik di pusat maupun daerah, yang menyangkut jasa outing dan camping ini?

Terima kasih

~Ligar P, Bandung~

Jawaban:

Salaam, Bapak Ligar. 

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Saya, Iffa Nurlatifah dari MUC Consulting yang akan menjawab pertanyaan Anda. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menarik sekali bisnis yang Bapak dan rekan-rekan lakukan. Saya berasumsi Anda dan rekan-rekan telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Apabila belum maka wajib bagi Anda dan rekan-rekan mengajukan permohonan pembuatan NPWP ke kantor pajak. 

Bisnis outing dan camping masuk kategori jasa wisata dan penginapan. Ada beberapa aspek perpajakan yang melekat terkait sektor usaha ini, terutama bagi  pelaku bisnis yang berbadan hukum atau perusahaan. Wewenang pemungutannya berada di pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Baca juga: Buka Usaha Kos 7 Kamar, Bebas Pajak?

Aspek perpajakan di tingkat pemerintah pusat meliputi pajak penghasilan (PPh) badan dan PPh Pasal 21. Adapun pajak yang menjadi domain pemerintah daerah antara lain pajak hotel serta Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2). 

Dalam hal Anda dan rekan membentuk suatu entitas bisnis maka atas penghasilan yang diterima merupakan objek terutang PPh badan, yang tarifnya saat ini sebesar 22 persen. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.