Waswas Tarif Cukai Rokok Naik, Buruh Tembakau Mengadu ke Kemenaker

Kompas.com - 26/11/2021, 21:31 WIB
Ketua umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Sudarto menyampaikan jumpa pers terkait rencana kenaikan cukai hasil tembakau 2022 di Jakarta, Jumat (1/10/2021). Mereka berharap cukai rokok sigaret kretek tangan yang diproduksi secara padat karya tidak mengalami kenaikan seperti tahun lalu nol persen. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKetua umum Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Sudarto menyampaikan jumpa pers terkait rencana kenaikan cukai hasil tembakau 2022 di Jakarta, Jumat (1/10/2021). Mereka berharap cukai rokok sigaret kretek tangan yang diproduksi secara padat karya tidak mengalami kenaikan seperti tahun lalu nol persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Sudarto mengatakan telah bertemu dengan perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Kepada Kemenaker, FSP RTMM-SPSI menyampaikan bahwa buruh di industri tembakau waswas dengan rencana kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun depan.

"Jadi kami mengharapkan ada kepastian akan hal ini, khususnya industri padat kerja ini perlu dipertimbangkan. Sebelum diputuskan, semoga benar-benar ada perhatian khusus terhadap aspek tenaga kerja khususnya SKT," ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Baca juga: Kapan Tarif Cukai Rokok Diumumkan? Ini Jawaban Kemenkeu

Sudarto mengatakan pihak Kemenaker menunjukkan dukungan penuh, salah satunya lewat korespondesi antar kementerian demi melindungi para tenaga kerja IHT.

"Kemenaker khususnya sangat peduli dengan pekerja rokok, yang harapannya juga sama seperti kami yakni agar kepastian kerja dan penghasilannya terjamin. Kemenaker mendukung sepenuhnya," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) per 2019, total tenaga kerja yang diserap oleh sektor IHT sebanyak 5,98 juta orang. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 6 juta orang dalam dua tahun terakhir.

Kontribusi IHT terhadap penerimaan negara juga tidak kecil. Dalam catatan Kementerian Keuangan, cukai rokok menyumbang penerimaan negara dengan kontribusi mencapai 97 persen dari total penerimaan cukai.

CHT menjadi sumber penerimaan negara terbesar dari sektor cukai yakni mencapai Rp 170,2 triliun per 2020. Hal ini menunjukkan bahwa IHT sangat strategis dalam menunjang perekonomian nasional karena mengatasi pengangguran serta menopang anggaran negara.

Seperti diketahui, Kemenkeu berencana menaikkan tarif cukai rokok pada 2022. Kemenkeu mengungkapkan penetapan tarif cukai rokok tahun 2022 masih dalam tahap pembahasan internal. Padahal, semula pengumuman tarif cukai rokok bakal diumumkan pada Oktober 2021.

Baca juga: Cukai Rokok Mau Naik, Pengusaha Wanti-wanti Marak Penyelundupan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.