Konsumsi Listrik Capai Level Tertinggi Sejak 2017

Kompas.com - 28/11/2021, 11:56 WIB
Ilustrasi listrik, tagihan listrik, penggunaan listrik ShutterstockIlustrasi listrik, tagihan listrik, penggunaan listrik
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik terus mengalami pemulihan seiring mulai kembali berputarnya roda perekonomian nasional.

Executive Vice President Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan, konsumsi listrik pada bulan Oktober 2021 mencapai 22 Terawatt-hour (TWh). Angka konsumsi bulanan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2017.

Sementara secara kumulatif, hingga Oktober angka konsumsi listrik secara kumulatif telah mencapai 210 TWh atau tumbuh 4,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Meskipun sebelumnya ada tekanan Covid-19, tapi bouncing cukup cepat. Hingga November ini, kenaikan energi konsumsi yang tinggi melebihi catatan kita dibandingkan beberapa tahun lalu," ujar Edwin, dalam keterangannya, Minggu (28/11/2021).

Baca juga: 5 Pekerjaan yang Menuntut Kamu Multitasking

Perusahaan listrik negara itu memproyeksikan tren peningkatan konsumsi listrik masih akan berlanjut, selaras dengan perekonomian nasional yang terus tumbuh.

Untuk merespons hal tersebut, sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 – 2030 yang disahkan pemerintah, hingga 2030 mendatang ada tambahan pembangkit lagi sebesar 40,6 GW.

Berdasarkan RUPTL tersebut, pembangkit berbasis energi hijau akan mendominasi sistem ketenagalistrikan Indonesia.

"Sekitar 51,6 persen dari total pembangkit tersebut atau sekitar 20,9 GW akan berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT)," ujar Edwin.

Di tengah kondisi cadangan pasokan daya listrik yang cukup, peningkatan bauran EBT tidak hanya bergantung pada masalah pasokan listrik, namun juga harus didukung dengan permintaan daya yang cukup, sehingga daya listrik yang ada dapat terserap.

Baca juga: Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Untuk meningkatkan permintaan listrik, PLN siap menjalankan program konversi kompor gas ke kompor induksi. Selain untuk meningkatkan konsumsi listrik, program ini juga menjadi solusi menekan impor dan memperbaiki neraca perdagangan negara.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, dengan cadangan daya yang telah lebih dari 30 persen dihampir seluruh sistem kelistrikan, PLN siap mendukung program konversi kompor induksi. 

"PLN juga siap menggulirkan diskon tambah daya guna mempermudah pelanggan untuk beralih ke kompor induksi," ucapnya.

Baca juga: Hambatan-hambatan dalam Perdagangan Internasional

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.