Kompas.com - 29/11/2021, 09:35 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona merah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (29/11/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang melemah pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.505,84 atau turun 55,7 poin (0,85 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.561,55.

Sebanyak 93 saham melaju di zona hijau dan 366 saham di zona merah. Sedangkan 126 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,5 triliun dengan volume 2,3 miliar saham.

Baca juga: Omicron Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Bursa Asia merah dengan penurunan Hang Seng Hong Kong 0,29 persen, Nikkei 0,18 persen, Shanghai Komposit 0,41 persen, dan Strait Times melemah 0,77 persen.

Wall Street pada penutupan Jumat pekan lalu merah dengan penurunan index Dow Jones Industrial Average (DJIA) 2,53 persen, S&P 500 melemah 2,27 persen, dan index acuan saham teknologi Nasdaq turun 2,23 persen.

Sebelumnya, Pasar saham masih dibayangi kekhawatiran terhadap varian baru virus Covid-19, Omicron. Akhir pekan lalu, bursa saham di berbagai negara bergerak di zona merah.

“Pandemi dan varian Covid-19 masih menjadi ancaman utama bagi pasar dan berpotensi memicu ketidakpastian hingga tahun depan,” kata Co-chief Investment Officer Truist Advisory Service Keith Lerner seperti dikutip dari CNN, Minggu (28/11/2021).

Baca juga: Ada Varian Omicron Covid-19, Pasar Keuangan, Kripto, dan Minyak Muram

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.03 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.358 per dollar AS, atau atau turun 1 poin (0,01 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.358 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pasar masih memperhatikan kelanjutan revisi UU Cipta Kerja lantaran ada potensi pembatalan yang menimbulkan ketidakpastian di dunia usaha.

"Rupiah masih mendapatkan sentimen negatif dari peristiwa ini. Namun, rupiah masih berpotensi menguat dengan meredanya kekhwatiran pasar terhadap dampak varian baru Covid-19 Omicorn," kata Ariston kepada Kompas.com.

Sejumlah penelitian melihat, varian baru Covid-19 Omicorn memiliki tingkat penularannya tinggi, namun hanya menimbulkan gejala ringan.

"Pasar juga terlihat berhati-hati melihat perkembangan kasus Covid-19 ini dan lonjakan kasus di Eropa yang memicu lockdown," tambah dia.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.300 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.370 per dollar AS.

Baca juga: IHSG Anjlok 2,06 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Juga Melemah

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

Whats New
Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Rilis
OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

Whats New
Quantitative Easing, Taper Tantrum dan Ekonomi Indonesia

Quantitative Easing, Taper Tantrum dan Ekonomi Indonesia

Whats New
Pembangunan Capai 98 Persen, Pasar Sibolga Nauli Ditargetkan Beroperasi Juni 2022

Pembangunan Capai 98 Persen, Pasar Sibolga Nauli Ditargetkan Beroperasi Juni 2022

Whats New
Serikat Pekerja Laporkan Dunkin' Donuts ke Menaker karena Tak Bayar THR dan Upah Pekerja yang Dirumahkan

Serikat Pekerja Laporkan Dunkin' Donuts ke Menaker karena Tak Bayar THR dan Upah Pekerja yang Dirumahkan

Whats New
BEI Sebut Tidak Ada Penundaan IPO di Tengah Kondisi Pasar yang Bergejolak

BEI Sebut Tidak Ada Penundaan IPO di Tengah Kondisi Pasar yang Bergejolak

Whats New
Daftar Lengkap Harga Minyak Goreng di Indomaret & Alfamart, 3 Minggu Usai Jokowi Larang Ekspor CPO

Daftar Lengkap Harga Minyak Goreng di Indomaret & Alfamart, 3 Minggu Usai Jokowi Larang Ekspor CPO

Spend Smart
Nasabah Belum Puas dengan BPA Bumiputera yang Terpilih

Nasabah Belum Puas dengan BPA Bumiputera yang Terpilih

Whats New
Cara Menghapus Akun Tokopedia di HP, Apakah Bisa Ditutup Permanen?

Cara Menghapus Akun Tokopedia di HP, Apakah Bisa Ditutup Permanen?

Spend Smart
Pinjaman Fintech Lending ke UMKM Capai Rp 13,2 Triliun

Pinjaman Fintech Lending ke UMKM Capai Rp 13,2 Triliun

Whats New
5 Tips Lolos TKD dan Core Values Rekrutmen Bersama BUMN 2022

5 Tips Lolos TKD dan Core Values Rekrutmen Bersama BUMN 2022

Whats New
Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Per Gram Hari Ini, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Per Gram Hari Ini, Simak Rinciannya

Earn Smart
Syarat, Prosedur, dan Biaya Mutasi Mobil

Syarat, Prosedur, dan Biaya Mutasi Mobil

Spend Smart
Beroperasi 2024, Jalan Tol Serang-Panimbang Permudah Akses Wisata ke Tanjung Lesung

Beroperasi 2024, Jalan Tol Serang-Panimbang Permudah Akses Wisata ke Tanjung Lesung

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.