SKK Migas: Transisi Energi Harus Didukung "Roadmap" yang Jelas

Kompas.com - 29/11/2021, 11:15 WIB
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam Pembukaan Joint Convention Yogyakarta 2019 (JCY 2019), di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta. Selasa (26/11/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam Pembukaan Joint Convention Yogyakarta 2019 (JCY 2019), di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta. Selasa (26/11/2019)

DENPASAR, KOMPAS.com - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, transisi energi menuju emisi nol karbon sudah menjadi keharusan.

Hal tersebut sebagai hasil kesepakatan berbagai negara saat pelaksanaan COP26, di Glasgow, Skotlandia belum lama ini.

"Namun upaya menuju ke arah transisi energi tersebut tentunya harus didukung dengan roadmap yang jelas untuk menghindari adanya energi berbiaya mahal atau bahkan kelangkaan energi," kata Dwi dalam konvensi Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) di Bali, Senin (29/11/2021).

"Hal ini dikarenakan untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia, pemenuhan energi yang terjangkau adalah sebuah keharusan," sambungnya

Dwi menuturkan dibutuhkan dana yang besar untuk melakukan transisi energi. Oleh karena itu, diperlukan investasi yang besar juga dari para investor domestik dan internasional.

Baca juga: Menteri ESDM: 5 Tahun Terakhir, Investasi Energi Baru Terbarukan Global Naik 8 Kali Lipat

Konvensi (IOG) diharapkan dapat menjadi platform bagi titik balik perubahan industri hulu migas yang mampu memberikan tingkat imbal balik (IRR) proyek yang kompetitif, memberikan stabilitas peraturan, hingga menciptakan ekosistem hulu migas yang bersinergi dengan peta jalan pengembangan net zero emision pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Melalui konvensi IOG, SKK Migas berharap dapat melakukan identifikasi kebijakan dan strategi untuk dapat meningkatkan daya tarik investasi di hulu migas Indonesia dari kondisi dunia yang semakin kompetitif.

Selain itu, SKK Migas berharap bisa melakukan diskusi dan identifikasi dampak kondisi global, utamanya Low Carbon Initiatives (LCI) dan energy transition pada industri hulu migas, dan meningkatkan kolaborasi antar para investor dan pemangku kepentingan.

Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) merupakan langkah penting untuk Indonesia mencapai target nol emisi karbon (net zero carbon emission) pada 2060.

Hal itu disampaikannya dalam Forum Perubahan Iklim Tri Hita Karana bertajuk Aligning for Climate Action on Road to Net Zero Carbon Emission, Rabu (23/6/2021).

"Forum bersama ini menunjukkan komitmen kedua negara (Indonesia-AS) untuk meningkatkan pencegahan perubahan iklim dalam mencapai nol emisi karbon untuk kesejahteraan manusia dan planet," ujarnya.

Baca juga: Hadapi Omicron Tak Lockdown, Luhut: Tidak Menyelesaikan Masalah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi II, Asing Lepas BBNI, BBCA dan ANTM

Whats New
54 Persen Dana Pindah Ibu Kota Pakai APBN, Sri Mulyani: Sebetulnya Enggak Ada...

54 Persen Dana Pindah Ibu Kota Pakai APBN, Sri Mulyani: Sebetulnya Enggak Ada...

Whats New
Gelar 2.2 COD Sale, Shopee Berikan Beragam Promo Menarik

Gelar 2.2 COD Sale, Shopee Berikan Beragam Promo Menarik

Whats New
Mau Daftar Shopee Seller Center dengan Mudah? Begini Caranya

Mau Daftar Shopee Seller Center dengan Mudah? Begini Caranya

Whats New
Bangun Ibu Kota Baru 'Nusantara', Pemerintah Janji Hindari Utang Jangka Panjang

Bangun Ibu Kota Baru "Nusantara", Pemerintah Janji Hindari Utang Jangka Panjang

Whats New
Ini Skema Pendanaan Pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Ini Skema Pendanaan Pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur

Whats New
Tingkatkan Nilai Tambah, Gojek Terintegrasi dengan KRL Commuter Line

Tingkatkan Nilai Tambah, Gojek Terintegrasi dengan KRL Commuter Line

Whats New
Belanja di Indomaret Pakai GoPay Ada Cashback 60 Persen, Ini Caranya

Belanja di Indomaret Pakai GoPay Ada Cashback 60 Persen, Ini Caranya

Spend Smart
Bukan Foto KTP, Ini 3 Syarat agar NFT Laku Terjual di Pasar Digital

Bukan Foto KTP, Ini 3 Syarat agar NFT Laku Terjual di Pasar Digital

Earn Smart
Gelar Sidang Paripurna, DPR RI Setujui RUU IKN Jadi Undang-Undang

Gelar Sidang Paripurna, DPR RI Setujui RUU IKN Jadi Undang-Undang

Whats New
Fitur Kredit Bakal Segera Tersedia di Aplikasi Neobank

Fitur Kredit Bakal Segera Tersedia di Aplikasi Neobank

Whats New
Tips Magang Bagi Mahasiswa agar Tak Sekadar Jadi Tukang Fotokopi dan Digaji Minim

Tips Magang Bagi Mahasiswa agar Tak Sekadar Jadi Tukang Fotokopi dan Digaji Minim

Whats New
Pesan Blue Bird di Mobile Banking BCA Bisa Dapat Diskon, Ini Caranya

Pesan Blue Bird di Mobile Banking BCA Bisa Dapat Diskon, Ini Caranya

Spend Smart
IHSG Turun 1,4 Persen di Sesi I, Investor Asing Lepas Saham BBNI, ANTM, dan BBCA

IHSG Turun 1,4 Persen di Sesi I, Investor Asing Lepas Saham BBNI, ANTM, dan BBCA

Whats New
Jadwal dan Harga Tiket DAMRI Royal Class Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Malang

Jadwal dan Harga Tiket DAMRI Royal Class Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Malang

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.