Pemerintah Bangun Kawasan Budidaya Jagung Seluas 1.200 Hektar

Kompas.com - 29/11/2021, 12:16 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di acara panen jagung di Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. DOKUMENTASI HUMAS KEMENTANMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di acara panen jagung di Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian bersama dengan Pemerintah Kabupaten Gowa membangun kawasan budidaya jagung seluas 1.200 hektar yang berlokasi Kecamatan Botonompo, Kabupaten Gowa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan kawasan jagung ini digarap secara serius melalui bimbingan teknis yang intensif, hingga membangun industri pengolahan agar petani mendapatkan tambahan nilai ekonomi yang tinggi.

"Menindaklanjuti perintah Bapak Presiden Jokowi untuk menyiapkan upaya-upaya optimalisasi ketersediaan pangan di tahun 2022 nanti dan lebih khusus lagi ketersediaan jagung dalam negeri maupun kelebihanya untuk ekspor, oleh karena itu saya bersama Bupati Gowa merencanakan kawasan jagung 1.200 hektar. Ini dilakukan dalam regulasi maksimum untuk melakukan akselerasi jagung," ujar Mentan SYL dalam siaran pers, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Biaya Dana BRI Sentuh 2,14 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Mentan menjelaskan langkah nyata yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk pengembangan kawasan jagung seluas 1.200 tersebut yakni mulai dari menyediakan sarana penanganan budidaya, pasca panen, dan produk olahan turunan jagung.

Kabupaten Gowa sendiri merupakan daerah penghasil jagung. Semua kecamatan di daerah tersebut disebut terdapat lahan jagung. Namun khusus kawasan jagung 1.200 hektar,  diarahkan untuk menghasilkan jagung dengan kualitas tertentu.

"Jika kebutuhan nasional terpenuhi, nanti kita lakukan ekspor, sama halnya dilakukan di daerah lainnya. Oleh karena itu, ini upaya yang maksimal bersama Bupati Gowa untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat," kata Mentan.

Lebih lanjut Mentan menjelaskan pembangunan kawasan jagung merupakan contoh pengembangan kawasan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

"Kami berharap tidak hanya untuk komoditas jagung, tapi juga komoditas lainnya yang bisa mendukung akselerasi penyediaan pangan. Dan pengembangan kawasan seperti ini tentu tidak hanya di Gowa ini kami lakukan, tapi juga sudah dilakukan di daerah lainnya sehingga ketersediaan jagung kita aman, bahkan ada kelebihan kita lakukan ekspor," ucapnya.

Baca juga: Revisi UU Cipta Kerja, Bagaimana Dampaknya Terhadap Pasar Modal?

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memberikan apresiasi atas dukungan Kementan untuk pembangunan pertanian Kabupaten Gowa. Pada 2021, Kabupaten Gowa mendapat total bantuan sebesar Rp 59 miliar.

Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Gowa siap berkontribusi menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satunya lewat produksi komoditas jagung berkualitas ekspor dengan pendekatan pembangunan pertanian berbasis teknologi.

"Hari ini kita melaksanakan panen jagung tiada lain ini merupakan wujud kontribusi kabupaten Gowa untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Ini terbukti meskipun di tengah situasi pandemi covid 19 di mana semua daerah mengalami penurunan, Kabupaten Gowa tidak mengalami dampak. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa tetap tumbuh positif meskipun hanya 1 persen," kata Adnan.

Baca juga: SKK Migas: Transisi Energi Harus Didukung Roadmap yang Jelas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.