Hadapi Varian Omicron, Sri Mulyani: RI Punya Bekal Kuat

Kompas.com - 29/11/2021, 15:34 WIB
Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seremoni penyerahan aset eks-BLBI kepada Pemkot Bogor dan 7 Kementerian/Lembaga di Jakarta, Kamis (25/11/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seremoni penyerahan aset eks-BLBI kepada Pemkot Bogor dan 7 Kementerian/Lembaga di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah memiliki bekal kuat dalam menghadapi munculnya varian baru Covid-19, Omicron.

Bekal tersebut adalah ilmu yang berasal dari kesuksesan penanganan pandemi Covid-19 varian Delta sejak Juli 2021 lalu.

Bendahara Negara ini berharap, bekal itu mampu menjadi bantalan pemerintah dalam menangani varian-varian baru.

Baca juga: Muncul Varian Omicron, Sandiaga Uno Bakal Evaluasi Daftar Negara yang Boleh Masuk Indonesia

"Keberhasilan pemerintah Indonesia dalam mengendalikan varian Delta dan terpeliharanya kewaspadaan dan disiplin penerapan prokes dan kehati-hatian, diharapkan akan menjadi bekal kuat dalam menghadapi ancaman baru, munculnya varian baru, yaitu Omicron Covid-19," kata Sri Mulyani dalam penyerahan DIPA dan Daftar Alokasi TKDD 2022, Senin (29/11/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut, pemerintah berhasil mengatasi varian Delta. Tercatat kasus harian Covid-19 telah menurun seiring dengan capaian vaksinasi yang meningkat.

Pemerintah menargetkan, progress vaksinasi pada akhir tahun 2021 dapat mencapai 284,3 juta dosis atau 52,6 persen penduduk dengan asumsi vaksinasi 1,5 juta dosis per hari.

"Bila vaksinasi dapat dilaksanakan 2 juta dosis per hari, maka pada akhir 2021 mencapai 301,8 juta dosis atau 55,9 persen penduduk," beber Sri Mulyani.

Sri Mulyani menuturkan, penanganan dan pengendalian Covid-19 varian Delta didukung oleh instrumen APBN sejak 2020.

Baca juga: Hadapi Omicron Tak Lockdown, Luhut: Tidak Menyelesaikan Masalah

APBN menggelontorkan ratusan triliun untuk penanganan pandemi dan perluasan bantuan sosial. Pun memberikan insentif untuk dunia usaha, baik UMKM maupun korporasi.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk Bank Indonesia dalam menangani defisit fiskal, dengan pembelian SBN di pasar perdana.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.