Sri Mulyani: Tahun Depan, APBN Masih Defisit Rp 868 Triliun

Kompas.com - 29/11/2021, 17:36 WIB
Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani saat Kompas 100 CEO Forum Ke-12 bertema Ekonomi Sehat 2022 di Jakarta Convention Center, Kamis (18/11/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani saat Kompas 100 CEO Forum Ke-12 bertema Ekonomi Sehat 2022 di Jakarta Convention Center, Kamis (18/11/2021).

Ia berharap, rasio penerimaan pajak meningkat hingga mencapai 10,14 persen dari GDP pada tahun 2025.

"Target penerimaan pajak dan kepabeanan kemungkinan bisa dilewati di atas target, (tapi) dengan demikian kita tidak merasa terlena, namun kita tetap akan akselerasi reform pajak karena tugas kita untuk menyehatkan ekonomi, masyarakat, dan APBN," kata wanita yang akrab disapa Ani ini.

Begitu juga dengan penerimaan negara dari sisi PNBP. Sri Mulyani yakin target PNBP tercapai lantaran target lebih kecil dibanding realisasi tahun ini.

Baca juga: Naik Lagi, Defisit APBN Tembus Rp 452 Triliun hingga September 2021

Realisasi PNBP tahun 2021 didukung oleh lonjakan harga komoditas.

"Namun ini tidak berarti kemudian kita tidak waspada karena harga komoditas tidak bisa berjalan secara jangka panjang dan sering terjadi volatilitas," tutur dia.

Di sisi lain, sasaran pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia tidak berubah dengan yang tertera dalam APBN 2022.

Pertumbuhan ekonomi ditarget mencapai 5,2 persen, inflasi 3 persen, nilai tukar rupiah Rp 14.350 per dollar AS, suku bunga SBN 10 tahun 6,8 persen, harga minyak 63 dollar AS, lifting minyak 703.000 barel/hari, dan lifting gas sebesar 1,36 juta barel/hari.

Kemudian, tingkat pengangguran tahun depan dipatok menurun pada rentang 5,5-6,3 persen, tingkat kemiskinan antara 8,5-9 persen, gini rasio menurun di level 0,376-0,378, indeks pembangunan manusia meningkat 73,41-73,46, NTP 103-105, dan NTN 104-106.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.