Menperin Beberkan 5 Tantangan yang Dihadapi dalam Pengembangan Industri Hijau yang Berkelanjutan

Kompas.com - 30/11/2021, 15:30 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong para pelaku industri untuk merealisasikan komitmennya dalam menciptakan industri hijau yang berkelanjutan.

Hal ini dilakukan seiring dengan komitmen Indonesia terhadap konservasi lingkungan dan mitigasi perubahan iklim yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PPB Conference of The Parties (COP 26) di Skotlandia.

"Ini adalah bukti keseriusan kita dalam pengendalian perubahan iklim dan mengajak dunia untuk melakukan aksi-aksi nyata melalui kebijakan, pemberdayaan, dan penegakan hukum, pengembangan industri hijau telah menjadi perhatian dan amanah yang diberikan Presiden kepada Kementerian Perindustrian," ujar Menperin Agus saat memberi penghargaan sertifikat industri hijua, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Kemenperin Dorong Pelaku Industri Ciptakan Industri Hijau yang Berkelanjutan

Diakui menperin, dalam pengembangan industri hijau, tidak terlepas dari berbagai tantangan.

Setidaknya ada 5 tantangan yang ditemukan dalam proses menciptakan industri hijau yang berkelanjutan.

Pertama adalah industri hijau membutuhkan R&D yang ekstensif dan dapat diaplikasikan secara multisektoral.

"Kekinian teknologi juga menjadi syarat utama yang dibutuhkan industri nasional. Ini masih sangat kurang, baik dari sisi SDM, maupun fasilitas riset," kata Agus.

Tantangan keduanya adalah masih banyaknya industri yang masih menggunakan mesin berteknologi lama, yang cenderung tidak efisien, bahkan menghasilkan limbah atau polusi yang cukup tinggi.

Ketiga, shifting ke peralatan atau alat fabrikasi yang hijau dan efisien, serta membutuhkan biaya tinggi.

Baca juga: Industri Halal, Menperin: Indonesia Semestinya Bisa Meraup Keuntungan Paling Besar

 

"Hal ini juga yang menciptakan keengganan dari sisi industri untuk menambah capex mereka ke permesinan yang dapat mendorong efisiensi dan pengembangan industri hijau," katanya.

Keempat adalah industri hijau membutuhkan SDM yang highly qualified dan highly experienced.

"Kita masih kekurangan keahlian, capacity dan capability di bagian ini. Learning dan experience sharing masih kurang, sehingga tingkat kompetensi belum dapat mengikuti kemajuan green technology dalam sektor manufaktur," jelas Agus.

Kelima, masih kurangnya insentif, baik fiskal dan non-fiskal yang mendukung pengembangan industri hijau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
WORK SMART
Self-Coaching
Self-Coaching
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.