Ahok Kritik BUMN, Erick Thohir: Saya Ucapkan Terima Kasih

Kompas.com - 01/12/2021, 11:56 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merespons pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, terkait banyaknya kontrak merugikan yang dimiliki oleh BUMN.

Erick mengatakan, dirinya telah fokus melakukan pembenahan di berbagai lini bisnis BUMN, melalui lima langkah strategis yang telah diusung sejak 2020.

“Jadi kalau Pak Ahok, Pak Komut, menyatakan itu saya mengucapkan terima kasih,” kata Erick di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Menindaklanjuti pernyataan tersebut, mantan bos Inter Milan itu meminta kepada Ahok untuk melakukan pengecekan lebih dalam terkait bisnis Pertamina.

“Saya juga me-review keseluruhan BUMN. Itu yang kita lakukan, transparansi dan bisnis proses,” ujarnya.

Baca juga: Ahok Bicara soal Ciri-ciri Perusahaan yang Sulit Berubah


Akan tetapi, Erick menekankan, dalam rangka meningkatkan kinerja bisnis suatu usaha diperlukan suatu penelitian dan pengembangan atau research and development (RnD).

Oleh karenanya, suatu kegagalan disebut menjadi hal yang wajar dalam proses bisnis suatu usaha, demi menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

“Kita tidak bisa mengembangkan ekosistem industri modern kalau kita tidak melakukan RnD, investasi, akhirnya kita tertinggal,” ucap dia.

Sebelumnya, Komisaris Utama Pertamina, Ahok sempat menyoroti banyaknya kontrak yang justru merugikan BUMN. Tidak terkecuali, kontrak yang ada di Pertamina.

“Banyak kontrak BUMN yang sangat merugikan BUMN juga, termasuk Pertamina. Jadi itu yang saya marah, ini yang lagi kita koreksi ini. Kenapa kontrak-kontraknya menguntungkan pihak lain. Itu mens rea-nya ada,” ujar dia, dalam akun Youtube-nya.

Baca juga: Kala Stafsus Menteri BUMN Sebut Ahok Jangan Jadi Komisaris Rasa Direktur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.