Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Buyung Wijaya Kusuma
Komisaris di sebuah BUMN

Komisaris BUMN yang bergerak di bidang energi, PT Brantas Energi. Memiliki pengalaman puluhan tahun di harian KOMPAS dan mendalami bidang energi dan sumber daya mineral. Ketika berkarir di KOMPAS, memiliki hubungan yang erat dengan berbagai narasumber, baik dari pemerintah, pengamat, DPR hingga kalangan industri. Berkat hubungan baik tersebut, selalu mendapatkan berita ekslusif dan tak jarang menjadi trend setter bagi media-media nasional lainnya.

Hingga kini, di tengah kesibukan, penulis terus mengikuti perkembangan energi dan sumber daya mineral di Tanah Air dan mancanegara yang dituangkan dalam sejumlah tulisan.

Belajar dari Semangat Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) Mesir

Kompas.com - 01/12/2021, 15:37 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

MESKIPUN tetap merawat kejayaan masa lalu, Mesir tampaknya tidak mau ketinggalan dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Hal itu terlihat dari banyak dibangunnya pembangkit listrik tenaga surya di sejumlah obyek-obyek wisata peninggalan masa lalu, seperti piramida. Bahkan, di sekeliling halaman kompleks benteng Salahuddin Ayyudi di Kairo terpasang panel-panel energi surya.

Meskipun kaya sumber daya alam yang mengagumkan, seperti minyak dan gas, negara yang terletak di benua Afrika itu tak mau ketinggalan dalam pembangunan pembangkit EBT seperti tenaga surya. Sebagai catatan, Mesir merupakan produsen minyak terbesar di Afrika, di luar anggota OPEC.

Pada akhir 2020, Mesir tercatat memiliki cadangan terbukti hidrokarbon 3,6 miliar barel minyak dan 75,5 triliun kaki kubik (tcf) gas alam. Pemerintah Mesir mendorong perusahaan minyak internasional (international oil company/IOC) untuk berpartisipasi di sektor minyak dan gas.

Baca juga: Kemandirian Pangan dan Energi Baru Terbarukan Jadi Perubahan Penting Dalam Perekonomian

 

Yang terbaru, perusahaan minyak Italia, Eni, mengumumkan pada awal bulan bahwa mereka telah membuat tiga penemuan sumber minyak dan gas baru di wilayah Meleiha di Mesir bagian barat, dengan cadangan minyak sekitar 50 juta barel minyak mentah. Penemuan tersebut merupakan angin segar bagi Kairo yang menargetkan untuk mencapai swasembada produk minyak bumi pada 2023.

Hingga kini sektor perminyakan masih merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di negara tersebut dengan memberikan kontribusi sebesar 24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun fiskal 2019/2020.

Selanjutnya, Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral bekerja untuk memperbesar kontribusi sektor ini terhadap PDB untuk mengubah Mesir menjadi pusat perdagangan energi.

Memulai transisi

Meski di atas kertas, prospek minyak dan gas di negara tersebut menjanjikan, tetapi pemerintah tidak gegabah dengan hanya mengandalkan bahan bakar fosil. Untuk menjadi negara yang mandiri secara energi, Mesir harus memulai transisinya ke energi terbarukan, dengan mengurangi konsumsi produk minyaknya.

Salah satu langkahnya adalah meningkatkan sumber energi baru terbarukan. Mesir bermaksud untuk meningkatkan pasokan listrik yang dihasilkan dari sumber terbarukan menjadi 20 persen pada tahun 2022 dan 42 persen tahun 2035.

Salah satu sumber EBT itu adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Dengan menerima sekitar 2.800 hingga 3.200 jam sinar matahari setiap tahun, Mesir menjadi salah satu lokasi terbaik di dunia untuk memanfaatkan tenaga surya. Proyek PLTS pertama di negara tersebut dibangun pada 2011 di Kuraymat dengan kapasitas terpasang 140 Mega Watt, dan kini ada banyak PLTS yang tersebar di negara tersebut.

Dua orang pekerja tengah memasang solar panel. Teknologi ini merupakan energi baru terbarukan (EBT) yang diproduksi PT Len Industri. Dok LEN INDUSTRI Dua orang pekerja tengah memasang solar panel. Teknologi ini merupakan energi baru terbarukan (EBT) yang diproduksi PT Len Industri.

Sejumlah lembaga keuangan internasional turut berperan aktif dalam pembangunan PLTS di Mesir, di antaranya International Financing Company (IFC), European Bank for Reconstruction and Development (EBRD, dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Keikutsertaan mereka dalam proyek pendanaan tersebut tak lepas dari reformasi total kebijakan pemerintah di sektor energi yang lebih terbuka pada pendanaan pihak ketiga.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Erick Thohi Pasang Target Investasi Kementerian BUMN Rp 127 Triliun

Whats New
BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

BPS: Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai ke Inflasi Rokok Bertahan Lama

Whats New
Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Schneider Electric Targetkan 40 Persen Pemimpin Perempuan di Tingkat Manajemen

Whats New
Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Pasca-penerbitan UU PPSK, PDB Sektor Koperasi Ditargetkan Minimal Mencapai 7 Persen

Whats New
Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Kementerian ATR: Sudah 101 Juta Bidang Tanah Terdaftar

Whats New
Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Cek Harga BBM di SPBU Pertamina per 1 Februari 2023, Ada yang Naik

Spend Smart
Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Laba Bersih BSI 2022 Capai Rp 4,26 Triliun, Dirut: Dampak Positif Merger

Whats New
Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Petani di Kalteng Berhasil Panen Perdana, Food Estate Disebut Mulai Hasilkan Manfaat

Rilis
Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Penerapan Pengawasan Koperasi Sektor Jasa Keuangan dalam UU P2SK

Whats New
Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Menaker Dorong Terciptanya Kerja Layak Bagi Tenaga Kerja RI di Palestina

Whats New
Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Erick Thohir: Dalam 9 Bulan Terakhir 7,5 Juta Pengunjung Datang ke Sarinah

Whats New
Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Tiket Gratis Masuk Ancol pada 3 Februari 2023, Ini Cara Mendapatkannya

Whats New
Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Pertamina Geothermal IPO, Pasang Harga Awal Rp 820 - Rp 945 per Saham

Whats New
Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Cerita Petani Food Estate Humbahas: Benih Bawang Putih yang Dikasih, Mati...

Whats New
Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Syarat, Biaya, dan Cara Membuat Paspor Umroh

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+