Wall Street Berubah Merah Saat Omicron Telah Sampai di AS

Kompas.com - 02/12/2021, 06:43 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga indeks acuan Wall Street turun lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Rabu (1/12/2021) waktu AS atau Kamis (2/12/2021) pagi waktu Indonesia.

Penurunan terjadi setelah muncul kecemasan investor tentang varian virus corona Omicron meningkat dengan konfirmasi kasus pertama di Amerika Serikat (AS). Selain itu, pasar juga mencerna komentar Fed tentang inflasi.

Melansir Reuters via Kontan.co.id, indeks Dow Jones Industrial Average turun 461,68 poin atau 1,34 persen menjadi 34.022,04. Indeks S&P 500 kehilangan 53,96 poin atau 1,18 persen menjadi 4.513,04, dan Nasdaq Composite turun 283,64 poin atau 1,83 persen menjadi 15.254,05.

Baca juga: Window Dressing Saham: Definisi, Cara Kerja, Tips Ambil Untung

Pergerakan perdagangan Rabu melanjutkan rentetan volatilitas dari empat sesi terakhir karena ancaman Omicron muncul.

Pembalikan saham terjadi setelah CDC melaporkan kasus pertama di AS dari varian virus corona baru yang sangat bermutasi yang disebut Omicron di California.

Omicron yang pertama kali terdeteksi minggu lalu di Afrika Selatan telah dilaporkan menginfeksi penduduk di setidaknya 23 negara, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Saham perjalanan menjadi pemberat bursa menyusul berita kasus infeksi Omicron pertama di pantai AS. Saham American Airlines turun hampir 8 persen, Delta Air Lines turun 7,3 persen, dan United Airlines turun 7,5 persen. Produsen pesawat Boeing kehilangan 4,8 persen.

Saham Norwegian Cruise Line Holdings dan Karnaval masing-masing terkena 8,8 persen dan 7 persen. Wynn Saham Resorts turun 6,1 persen dan Hilton Worldwide ditutup turun 3,8 persen.

Perusahaan ritel juga terpukul pada hari Rabu. Saham Nordstrom ditutup turun 5,3 persen dan Kohl kehilangan 5,6 persen. Saham Best Buy dan Macy masing-masing turun 4,3 persen dan 4,6 persen.

"Rasanya seolah-olah pasar bertanya-tanya kapan, bukan apakah akan ada varian baru ini di negara kita," kata Art Hogan, kepala analis National Securities. Namun, dia belum khawatir tentang dampak pasar dari Omicron.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Travel Bubble' Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

Whats New
Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Work Smart
Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.