Pemerintah akan Menambah Masa Karantina WNI dan WNA dari Luar Negeri Jadi 10 Hari

Kompas.com - 02/12/2021, 13:45 WIB
Ilustrasi karantina WNI dan WNA dari luar negeri Shutterstock/Liudmyla GuniavaiaIlustrasi karantina WNI dan WNA dari luar negeri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menambah masa karantina WNI dan WNA yang datang dari luar negeri dari 7 hari menjadi 10 hari bagi yang datang dari 11 negara yang telah dilarang masuk Indonesia. Perpanjangan masa karantina ini akan berlaku mulai 3 Desember 2021.

Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran varian terbaru virus corona yang bernama Omicron. Omicron sendiri sudah terdeteksi di beberapa negara sejak pertama kali ditemukan di Benua Afrika.

Varian ini disebut sebagai salah satu yang sangat cepat dalam menularkan virus Covid-19.

Baca juga: Apa Itu Omicron?

"Tentunya kebijakan yang diambil ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil kita terus memahami dan mendalami informasi tentang varian baru ini," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Kamis (2/12/2021).

Selain menambah masa karantina WNI dan WNA dari luar negeri, saat ini pemerintah juga telah menyusun langkah antisipasi dalam merespon merebaknya varian Omicron di sejumlah negara.

"Pejabat negara khususnya dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri,” tegasnya.

Baca juga: Syarat Karantina dan Vaksin untuk Jemaah Umrah Asal RI Terbaru

Sementara untuk masyarakat umum, lanjut Luhut, pemerintah mengimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam waktu dekat ini. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran varian Omicron di Indonesia.

"Bagi masyarakat umum sifatnya masih himbauan. Jadi WNI dihimbau agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu, hal ini untuk mencegah dan menjaga terus terkendalinya pandemi di negara ini ,” ungkapnya.

Selain itu, kata Luhut, pemerintah akan menyiapkan booster vaksin ketiga yang ditujukan untuk para lansia dan kelompok rentan tertular Covid-19.

"Pemberian booster akan segera dijadwalkan dan mulai dilaksanakan pada periode Januari tahun depan,” tutupnya.

Baca juga: Cegah Omicron, WNI yang Baru Kunjungi 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.