Prospek Bisnis Elektronik di Akhir Tahun

Kompas.com - 02/12/2021, 22:00 WIB
Jajaran televisi pintar Sharp Android TV dengan Google Assistant. Sharp menggandeng layanan video streaming lokal  Vidio dan Kaskus TV, Peluncuran seri televisi pintar tersebut berlangsung di Jakarta, Rabu (11/12/2019). Kompas.com/Josephus PrimusJajaran televisi pintar Sharp Android TV dengan Google Assistant. Sharp menggandeng layanan video streaming lokal Vidio dan Kaskus TV, Peluncuran seri televisi pintar tersebut berlangsung di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Di akhir tahun ini, pelaku industri di sektor elektronik masih menghadapi sejumlah hambatan. Utamanya karena kondisi kelangkaan kontainer dan kapal yang masih terjadi hingga kini.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel), Daniel Suhadirman menjelaskan tantangan yang saat ini masih dihadapi pelaku usaha adalah kelangkaan kapal. Masalah ini dinilai sangat mengganggu rantai pasok bahan baku dan komponen, termasuk juga produk siap ekspor.

"Mengenai prospek industri elektronik di momentum tahun baru ini, tadinya kami perkirakan tahun 2021 bisa kembali ke posisi 2019 (sebelum pandemi), tapi perlu kami koreksi. Estimasi saat ini hanya sekitar 90 persen dibandingkan 2019. Kami berharap tahun 2022 akan kembali ke posisi tahun 2019," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: China Klaim Natuna Utara Miliknya, Tuntut RI Stop Pengeboran Migas

Pada beberapa tahun terakhir, Daniel juga melihat bahwa tidak ada lonjakan permintaan barang elektronik pada momentum akhir tahun. Pada akhir tahun ini pun, pemerintah memberlakukan kebijakan PPKM level 3 untuk mengetatkan kembali mobilitas masyarakat.

"Ini akan mengganggu di sisi distribusi dan penjualan," kata Daniel.

Dengan adanya kondisi ini, Daniel mengungkapkan, aktivitas produksi pelaku usaha masih sesuai dengan mekanisme demand dan supply saja. PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) optimistis target penjualan sebesar Rp 11 triliun dapat tercapai di tahun ini. Mengingat, akhir tahun merupakan puncak dari penjualan elektronik di Indonesia.

Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Electronics Indonesia mengatakan, pihaknya pun berharap penjualan akhir tahun ini bisa meningkat dan menjadi puncak dari penjualan elektronik di Indonesia.

"Maka Sharp sudah mulai menyimpan stock lebih dari awal di Oktober ini. Produk yang kami stock lebih ke produk LED/WM/ref impor, AC high end, dan produk lainnya," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (30/11/2021).

Baca juga: Pos Indonesia Fokus Kembangkan MyPos, Apa Itu?

Walau sudah menyiapkan sejumlah stok, tetapi Sharp juga mengalami sejumlah kendala mendekati akhir tahun ini.

"Beberapa part impor harganya naik dan kontainer yang luar biasa mahal dan sulit. Maka dari itu secara bertahap kami sudah menaikkan harga sejak Oktober 2021 sampai Januari 2022 mendatang. Kisaran kenaikan 3 persen-10 persen untuk produk home appliance impor seperti kulkas, AC, dan lainnya," ujarnya.

Kendati menghadapi sejumlah tantangan, Andry bilang, SEID masih optimistis untuk mencapai target penjualan mencapai Rp 11 triliun. Dia menegaskan sampai dengan saat ini, penjualan masih dalam jalur untuk mencapai target tersebut. Strategi yang dilakukan Sharp untuk mewujudkannya adalah dengan fokus pada sale out campaign baik kepada konsumen dan dealer. (Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo)

Baca juga: Ini Proyek-proyek Pertamina untuk Dukung Transisi Energi

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Masih hadapi tantangan, begini prospek bisnis elektronik di momen akhir tahun 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Whats New
IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

Whats New
Luhut: 'Travel Bubble' Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Luhut: "Travel Bubble" Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Whats New
BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

Whats New
Ini Target Produksi Komoditas Utama Pertanian Selama 2022

Ini Target Produksi Komoditas Utama Pertanian Selama 2022

Whats New
Tahun 2022, HAIS Targetkan Pertumbuhan Usaha Kargo hingga 10 Persen

Tahun 2022, HAIS Targetkan Pertumbuhan Usaha Kargo hingga 10 Persen

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.