Peneliti Harvard Sebut Kartu Prakerja Tingkatkan Pendapatan Rp 122.500 Per Bulan

Kompas.com - 03/12/2021, 13:38 WIB
Ilustrasi Kartu Prakerja KOMPAS.com/YUKARI PUTRI ANDIAIlustrasi Kartu Prakerja

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei besutan LPEM FEB UI bekerjasama dengan J-PAL SEA dan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) menemukan, Kartu Prakerja meningkatkan setidaknya 4 manfaat, salah satunya pendapatan bulanan.

Survei berjudul Impact Evaluation of Kartu Prakerja ini menemukan, pendaftar yang menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 2,8 poin persentase (pp) atau setara meningkat 12 persen untuk berusaha sendiri.

Probabilitas pendaftar yang memiliki usaha pun meningkat sebesar 0,9 pp atau sebesar 30 persen, serta memiliki probabilitas 5,1 pp atau 18 persen lebih tinggi untuk memulai pekerjaan baru sejak pengumuman gelombang pertama.

Baca juga: Ini Penyebab Status Kepesertaan 86.878 Penerima Kartu Prakerja Dicabut

“Secara rata-rata, program Kartu Prakerja meningkatkan pendapatan dari semua pekerjaan sekitar Rp 122.500 per bulan. Hasil ini menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen pada penerima Kartu Prakerja,” kata Profesor Jeffrey Cheah of South-East Asia Studies, Harvard Kennedy School, Rema Hanna dalam siaran pers, Jumat (3/12/2021).

Adapun empat manfaat yang dimaksud adalah yakni dari sisi kebekerjaan, pelatihan dan kompetensi, ketahanan pangan dan layanan keuangan. Studi sendiri dilakukan melalui penyebaran Survei Endline J-PAL secara daring dengan responden mencapai 47.000 pendaftar Kartu Prakerja.

Selain data Survei Endline, analisis evaluasi dampak juga menggunakan Data Survei Nasional seperti SUSENAS September 2020 dan SAKERNAS Agustus 2020 yang digabungkan dengan data administratif Manajemen Pelaksana, bekerja sama dengan BPS dan TNP2K.

Kemudian berdasarkan data Survei Endline, secara rata-rata, pendaftar yang memenuhi syarat dan menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 4,7 poin persentase (pp) lebih tinggi untuk memiliki pekerjaan atau memiliki usaha daripada pendaftar yang memenuhi syarat dan tidak menerima program.

"Hasil ini menunjukkan peningkatan 8 persen dalam kebekerjaan,” kata Rema.

Dari sisi pelatihan dan kompetensi, penerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 11,7 pp atau 172 persen lebih tinggi untuk menggunakan sertifikat pelatihan saat mencari pekerjaan.

Mereka memiliki probabilitas 119,4 persen lebih tinggi untuk mengikuti pelatihan apa pun dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pelatihan Kartu Prakerja dan non-Kartu Prakerja.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.