Bappenas Buat Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali, Untuk Apa?

Kompas.com - 04/12/2021, 11:08 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Gubernur Bali I Wayan Koster meluncurkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru yang berlangsung di Three Mountains, Kura Kura Bali, Jumat (3/12/2021).  Dok. Hummas Kementerian PPN/BappenasPresiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Gubernur Bali I Wayan Koster meluncurkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru yang berlangsung di Three Mountains, Kura Kura Bali, Jumat (3/12/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) meluncurkan peta jalan dan master plan untuk mendorong pemulihan ekonomi di Bali.

Peta jalan yang diluncurkan Jumat (3/12/2021) itu, disebut Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ubud, Tegallalang, dan Payangan (Ulapan).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, peta jalan dan master plan tersebut merupakan bentuk penerjemahan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyusun Redesain Transformasi Ekonomi Indonesia sebagai bagian penting dari agenda pembangunan Indonesia.

Baca juga: Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 2021

Menurut dia, pemulihan dan transformasi ekonomi Bali menjadi hal yang krusial, lantaran mengingat peran Bali sebagai barometer pariwisata Indonesia di mata dunia.

"Dokumen ini diharapkan dapat membantu Bali untuk pulih dan tumbuh cepat, berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi dan semangat Tri Hita Karana," ujar Suharso dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/12/2021).

Ia menyebutkan, dengan transformasi ekonomi Bali yaitu Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru, maka produktivitas tenaga kerja diperkirakan akan meningkat hingga empat kali lipat dan ekonomi tumbuh rata-rata 7,4 persen, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita pun akan meningkat hingga 8 kali lipat.

Selain itu, tingkat kemiskinan ditargetkan akan menurun 0,18 persen, tingkat pengangguran menurun ke level 0,50 persen, serta akan tercipta sustainable living yang didukung peningkatan produk hijau dan pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs.

Suharso menjelaskan, sasaran-sasaran tersebut dicapai melalui enam strategi besar transformasi ekonomi Bali, yakni Bali Pintar dan Sehat, Bali Produktif, Bali Hijau, Bali Terintegrasi, Bali Smart Island, serta Bali Kondusif.

Khusus untuk strategi Bali Produktif, diperkuat melalui Master Plan Ulapan yang merupakan kawasan berbasis zonasi dengan pengembangan berbasis relasi wisata-pertanian-lingkungan, rencana rekayasa sosial, rencana rekayasa budaya, arahan tata ruang wilayah, rencana infrastruktur pendukung, dan rencana aksi.

"Saya berharap, dokumen peta jalan ini dapat direplikasi provinsi lain untuk mendesain ulang perencanaan jangka panjang pasca pandemi Covid-19, menuju Visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Baca juga: BI: Negara Maju dan Berkembang Punya Kecepatan Pemulihan Ekonomi Berbeda

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.