Lira Turki Anjlok, Erdogan Ganti Menteri Keuangan Turki

Kompas.com - 04/12/2021, 14:41 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat konferensi pers di KTT G20, Roma, Italia, Minggu (31/10/2021). AP PHOTO/DOMENICO STINELLISPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat konferensi pers di KTT G20, Roma, Italia, Minggu (31/10/2021).
Penulis Mutia Fauzia
|


ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengganti posisi menteri keuangan di tengah gejolak perekonomian yang tengah dihadapi negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (4/12/2021), Turki mengalami tingkat inflasi yang terus melonjak sementara nilai tukar, lira, anjlok mencapai rekor titik terendah dalam sepekan terakhir.

Bila dibandingkan dengan dollar AS, lira turki anjlok lebih dari 40 persen setahun terakhir. Lira Turki pun menjadi mata uang dengan performa terburuk untuk pasar negara berkembang.

Berdasarkan keputusan presiden yang diterbitkan mendekati tengah malam pada Rabu (1/12/2021) waktu setempat, Erdogan menerima pengunduran diri Lutfi Elvan dan menunjuk wakilnya, Nureddin Nebati sebagai meteri keuangan yang baru.

Baca juga: Erdogan Pecat Gubernur Bank Sentral Turki, Ini Gara-garanya

Dilansir dari CNBC, sebelum ditunjuk sebagai menteri keuangan Turki yang baru, berdasarkan profilnya di laman Kementerian Keuangan setempat disebutkan, Nebati menjabat sebagai wakil menteri keuangan di bidang perbendaharaan dan mempelajari hubungan internasional, ilmu politik dan administrasi publik.

"Ya Tuhan, tolong permudahlah, jangan dipersulit. Ya Tuhan, jadihan hasilnya bermanfaat. Beri kami kebenaran dalam setiap kerja kami, buatlah kami sukses," ujar Nebati dalam cuitannya di Twitter.

"Ya Tuhan, berilah saya kemampuan untuk menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan, yang oleh Presiden kita anggap layak untuk saya, dan untuk layak atas kepercayaan yang telah dia tunjukkan kepada kami," kata dia.

Nebati telah menjabat sebagai wakil menteri keuangan selama tiga tahun, sebelumnya sempat mengatakan Turki sebenarnya telah bertahun-tahun mencoba menerapkan kebijakan suku bunga rendah, namun menghadapi tantangan keras.

"Namun kali ini, kami bertekad untuk menerapkannya," tulis dia di Twitter.

Ia pun menambahkan, tidak ada masalah dengan menjaga suku bunga tetap rendah di kondisi pasar seperti saat ini.

Baca juga: 24 Proyek Jokowi Senilai Rp 272 Triliun Ditawarkan ke Investor Turki

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.