Inflasi: Pengertian, Penyebab, dan Bedanya dengan Deflasi

Kompas.com - 04/12/2021, 20:47 WIB

Perhitungan inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), link ke metadata SEKI-IHK. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.

Penyebab inflasi

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab inflasi. Mengutip dari laman BI, penyebab inflasi adalah karena adanya tekanan dari sisi supply (cost push inflation) atau adanya peningkatan biaya produksi.

Baca juga: Cegah Omicron, Kru Pesawat Penerbangan Internasional Wajib Tes PCR Saat Mendarat di Indonesia

Penyebab inflasi selanjutnya adalah dari sisi permintaan (demand pull inflation), atau permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa sehingga membuat harga barang atau jasa tersebut mengalami kenaikan.

Kemudian, penyebab inflasi lainnya adalah dari ekspektasi inflasi, yaitu perilaku masyarakat yang seringkali memprediksi atau menggunakan ekspektasi angka inflasi dalam keputusan kegiatan ekonominya.

Hal lain yang menjadi penyebab inflasi adalah bertambahnya uang yang beredar di masyarakat, dan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Selain itu, kekacauan ekonomi dan politik bisa juga menjadi penyebab inflasi.

Dampak inflasi

Dampak inflasi ada banyak. Salah satunya bisa menurunkan daya beli masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah. Jika masyarakat mengurangi belanja, maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak lambat atau stagnan, bahkan bisa lebih rendah.

Baca juga: Aturan Terkini: Masuk Indonesia Wajib Karantina 10-14 Hari

Selanjutnya, dampak inflasi yang kedua adalah merugikan konsumen karena gaji atau penghasilan menjadi stagnan, namun biaya pengeluaran membengkak akibat kenaikan harga barang atau jasa.

Berikutnya, dampak inflasi adalah berpengaruh pada kemampuan ekspor sebuah negara. Biaya ekspor menjadi lebih mahal dan daya saing produk ekspor menurun sehingga devisa akan berkurang.

Dampak inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Lira Turki Anjlok Lebih dari 40 Persen Setahun, Kok Bisa?

Beda inflasi dan deflasi

Deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Deflasi diartikan suatu periode yang mana harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah. Bila inflasi terjadi akibat banyaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, maka deflasi terjadi karena kurangnya jumlah uang yang beredar.

Demikian informasi mengenai apa itu inflasi atau pengertian inflasi. Inflasi adalah kondisi barang dan jasa mengalami kenaikan secara terus menerus. Meski dipandang negatif, inflasi yang terkontrol dengan baik menjadi hal penting untuk pertumbuhan ekonomi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.