Mengenal Kereta Inspeksi yang Dipakai Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kompas.com - 05/12/2021, 15:58 WIB
Desain Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dok. PT KCICDesain Kereta Cepat Jakarta-Bandung.


JAKARTA, KOMPAS.com – Pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal dilengkapi dengan Comprehensive Inspection Train (CIT) atau kereta inspeksi berteknologi canggih.

Kereta inspeksi tersebut diproduksi bersamaan dengan rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) generasi terbaru bertipe CR400AF yang digunakan untuk mengangkut penumpang.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjelaskan bahwa kereta inspeksi atau kereta ukur ini memiliki fungsi yang mirip dengan Doctor Yellow, kereta uji kecepatan tinggi yang digunakan pada rute kereta cepat Shinkansen Jepang.

Baca juga: Sebagai Negara Maju, Kenapa AS Enggan Mengembangkan Kereta Cepat?

Tidak banyak negara di dunia yang mempunyai CIT semacam ini. Nantinya, kereta inspeksi ini juga akan digunakan untuk kebutuhan uji coba dan perawatan jaringan prasarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

“Selain rangkaian EMU terbaru yang canggih untuk operasional penumpang, kita juga akan siapkan kereta ukur berkecepatan tinggi yang sama hebatnya untuk kebutuhan uji coba dan perawatan jaringan parasarana KCJB,” jelas Presiden Direktur PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dalam keterangannya, Minggu (5/12/2021).

Dipaparkan Dwiyana, kereta ukur ini dirancang agar dapat mendeteksi kondisi lintasan, pengukuran listrik aliran atas atau Overhead Contact System (OCS), pengujian dan pemeriksaan jaringan komunikasi, sistem persinyalan, serta dinamika dan integrasi rel-roda dalam kecepatan tinggi hingga 350 km/jam.

“Meski dengan kecepatan tersebut, kereta ukur KCJB mampu mendeteksi kondisi lintasan, melakukan pemeriksaan terhadap OCS, jaringan untuk telekomunikasi, sistem persinyalan, dan banyak infrastruktur KCJB lainnya dengan akurasi tinggi,” paparnya.

Baca juga: Bos KCIC Pamer Kereta Cepat Bisa Prediksi Gempa dan Tangkal Petir

Ditambahkan Dwiyana, kereta ukur akan dilengkapi sistem yang dapat mengumpulkan, memproses, dan menganalisa data terkait kondisi lintasan yang dilaluinya secara otomatis, real-time, dan menyeluruh.

Dwiyana menegaskan bahwa kemampuan ini sangat dibutuhkan di industri kereta cepat agar proses pemeliharaan infrastruktur kereta cepat dapat berjalan optimal dan efisien.

“Kereta cepat membutuhkan kereta ukur yang mampu mengumpulkan, memproses, dan menganalisa kondisi lintasan secara otomatis, tepat waktu, dan menyeluruh agar upaya pemeliharaan infrastruktur dapat dilakukan secara maksimal dan efisien. Tentunya, kereta ukur KCJB memiliki kemampuan tersebut,” tegasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.