Aset Kripto Made in Indonesia Makin Banyak, Bagaimana Prospeknya?

Kompas.com - 06/12/2021, 05:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan industri aset kripto di Indonesia semakin masif dan semakin banyak peminatnya. Tak mengherankan pada akhirnya, para anak bangsa memanfaatkan perkembangan ini dengan menciptakan aset kripto tersendiri.

Aset kripto buatan dalam negeri sendiri jumlahnya terus bertambah, baru-baru ini aplikasi investasi Nanovest telah meluncurkan koin kripto bernama Nanobyte (NBT). Nanovest beserta NBT sendiri didukung oleh Sinar Mas Financial Group sebagai back up company.

Merujuk dari Litepapernya, NBT dibuat sebagai jembatan antara aset kripto dengan sistem mata uang tradisional. Salah satu caranya adalah membuat dompet kripto yang terhubung dengan produk mata uang FIAT seperti uang elektronik, kartu kredit, asuransi, dan produk investasi lainnya.

Baca juga: Simak Daftar Pedagang Aset Kripto yang Terdaftar di Bappebti

Selain NBT, beberapa aset kripto lokal lainnya yang sudah cukup populer adalah Toko Token (TKO) milik Tokocrypto, Tadpole (TAD) besutan Indodax dan Tokenomy, ZMT milik Zipmex, botXcoin (BOTX) yang dikembangkan PT BOTX Technology Indonesia, dsb.

Jika merujuk Coinmarketcap.com, TKO punya rating yang paling tinggi yakni menempati 363 dengan market cap sebesar 157 juta dollar AS.

Disusul, TAD berada peringkat 1.590 dengan market cap 2,23 juta dollar AS. Lalu, untuk BOTX ada di peringkat 3.307 dengan market cap diperkirakan 2,98 miliar dollar AS, Sementara untuk ZMT menempati peringkat 4.018 dan diproyeksikan punya market cap 129 juta dollar AS.

Masih dari Coinmarketcap.com, dari sisi volume perdagangan dalam 24 jam terakhir, TKO juga yang paling besar yakni sebesar 40 juta dollar AS. Diikuti, oleh BOTX yang dalam 24 jam terakhir diperdagangkan sebanyak 1 juta dollar AS. Sementara untuk TAD dan ZMT masing-masing diperjual-belikan sebanyak 46.622 dollar AS dan 226.324 dollar AS dalam 24 jam terakhir.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, semakin ramainya para kreator lokal yang membuat aset kripto sejatinya menyimpan potensi yang besar untuk ke depannya.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok 16 Persen Sehari, Aset Kripto Lain Berguguran

Bagaimanapun, digitalisasi dan perkembangan teknologi yang ada akan menjadi tulang punggung aset kripto, dan yang dilakukan oleh pembuat kripto lokal ini adalah bagian dari proses ke arah sana.

“Ini juga membuat industri lebih kompetitif dan menciptakan lapangan permainan yang seimbang di mana ini merupakan hal yang baik. Hanya saja, yang dapat bertahan dan eksis adalah aset kritp yang punya sistem yang baik dan komunitas yang kuat,” kata Sutopo kepada Kontan.co.id, Jumat (3/12/2021).

Senada Pengamat dan Investor Aset Kripto Vinsensius Sitepu Kripto menilai kemunculan aset-aset kripro dalam negeri ini merupakan tanda baik. Dengan semakin inovatifnya para developer untuk menarik perhatian para trader dan investor baru, dampaknya adalah persaingan ketat tersebut akan mengembangkan use case masing-masing kripto.

Meski demikian, Vinsensius mengakui cukup sulit melihat prospek aset-aset tersebut secara jangka panjang. Pasalnya, seluruh aset kripto yang ada baik sebagai sebuah produk dan utilitas, sangat bergantung pada kegunaan kripto itu sendiri. Dengan kata lain, keluasan dan nilainya juga bergantung pada jumlah penggunanya .

Menurut dia, salah satu indikator yang bisa dijadikan pertimbangan adalah jika penggunanya banyak dan diiringi volume yang besar dan bidang utilitasnya juga bagus, maka hal tersebut bisa jadi basis pertimbangan yang baik.

Baca juga: Anjlok Lagi, Harga Bitcoin Sekarang Rp 610 Juta per Keping

“Hanya saja, kebanyakan pengguna kripto kebanyakan agak ragu dengan nilai tambah, potensi masa depan dari kripto-kripto lokal. Pasalnya, pengguna lebih suka kripto di luar negeri yang sudah jelas biaya marketing-nya, use case, kemitraan dll,” kata Vinsensius.

Oleh karena itu, ia mengingatkan para trader dan investor untuk tetap berhati-hati dan memasang sikap skeptis dulu terhadap aset kripto yang ada, termasuk buatan lokal. Dimulai dengan pelajari baik-baik potensinya, apakah ada potensi scam atau tidak dan pastikan pasar kriptonya juga likuid, sehingga mudah untuk menjual dan membeli.

“Selain use case-nya, saya pikir harus melihat dari member atau pengguna yang dominan artinya kapitalisasinya juga harus besar. Terus harus tetap hati-hati karena tidak menutup kemungkinan tindakan penipuan,” Sutopo menambahkan. (Hikma Dirgantara)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Aset kripto buatan dalam negeri makin banyak, seperti apa prospeknya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.