Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Luhut Sebut 12 Provinsi Harus Jadi Contoh Pengembangan UMKM

Kompas.com - 06/12/2021, 13:30 WIB
Ade Miranti Karunia,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian Festival Diskon Nasional (FDN) 2021.

Luhut berharap agar 12 provinsi yang telah mengadakan Gernas BBI sepanjang tahun 2021 terus mendorong pertumbuhan produk khas UMKM dan IKM dari daerahnya.

"Bali, Sumut, NTB, Jabar, Jateng, NTT, Sulut, Jatim, Aceh, Kaltim, Maluku, dan DKI Jakarta harus menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan produk UMKM dan IKM produk artisan Indonesia," ujarnya melalui siaran pers tertulis, Senin (6/12/2021).

"Semangat BBI harus selalu dijaga dan diimplementasikan dengan cara melakukan bimbingan bagi para pelaku usaha mengembangkan produknya dan berinovasi," sambungnya.

Baca juga: Bisnis Mitratel Diprediksi Cerah, Simak Rekomendasi Saham MTEL

Secara nasional, sejak 14 Mei 2020 hingga bulan Oktober 2021, terjadi peningkatan UMKM atau artisan onboarding sebanyak 100 persen atau lebih dari 8 juta unit. Sehingga telah ada 16 juta unit artisan yang masuk ke ekosistem digital.

"FDN 2021 akan banyak memperkenalkan produk khas dari Indonesia, khususnya di DKI Jakarta. Berbagai diskon belanja untuk produk lokal akan diberikan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam kesempatan tersebut. 

Sementara itu, dalam seluruh rangkaian Gernas BBI selama tahun 2021 dan FDN 2021, Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu mitra kerja bagi UMKM dan IKM yang membantu pengembangan produk. BI telah mengadakan berbagai pelatihan bagi para pelaku UMKM dan IKM di seluruh Indonesia dan juga memasukkan produk mereka dalam BI catalogue (katalog).

Direktur Utama BI Perry Warjiyo mengatakan, UMKM dan IKM yang menjadi salah satu roda perekonomian Indonesia di masa pandemi dan menjadi kunci kemajuan perekonomian bangsa.

"Ini yang menjadikan BI terus mendukung adanya Gernas BBI dan juga FDN 2021 untuk terselenggara. Kami akan terus memberi pendampingan dan mendorong agar UMKM dan IKM ini terus maju dan berinovasi melalui produk khas masing-masing daerah," kata Perry.

Baca juga: Erick Thohir Angkat Darmawan Prasodjo Jadi Dirut PLN

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Turun Rp 8.000, Simak Detail Harga Antam 14 Juni 2024

Turun Rp 8.000, Simak Detail Harga Antam 14 Juni 2024

Spend Smart
Nomor Call Center Bank DKI, Bebas Pulsa?

Nomor Call Center Bank DKI, Bebas Pulsa?

Spend Smart
Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Melemah Masih Lesu

Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Melemah Masih Lesu

Whats New
Pilih 'Kawinkan' EXCL dengan Smartfren, Ini Alasan Axiata

Pilih "Kawinkan" EXCL dengan Smartfren, Ini Alasan Axiata

Whats New
Hasil Usaha DPLK Muamalat Tumbuh 36,6 Persen Per Kuartal I-2024

Hasil Usaha DPLK Muamalat Tumbuh 36,6 Persen Per Kuartal I-2024

Whats New
Bahan Pokok Jumat 14 Juni 2024: Harga Cabai Merah Keriting Naik, Tepung Terigu Turun

Bahan Pokok Jumat 14 Juni 2024: Harga Cabai Merah Keriting Naik, Tepung Terigu Turun

Whats New
IHSG Diperkirakan Masih Lesu, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Diperkirakan Masih Lesu, Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Kekhawatiran Lembaga Keuangan Dunia akan APBN Indonesia Era Prabowo

Kekhawatiran Lembaga Keuangan Dunia akan APBN Indonesia Era Prabowo

Whats New
Data Inflasi Topang Saham-saham di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Lagi

Data Inflasi Topang Saham-saham di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Lagi

Whats New
Apa Kabar Rencana Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat?

Apa Kabar Rencana Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat?

Whats New
Kalla Group Terapkan ESG dalam Pengembangan Bisnis dan Budaya Perusahaan

Kalla Group Terapkan ESG dalam Pengembangan Bisnis dan Budaya Perusahaan

Whats New
Kekhawatiran Pemerintah Indonesia Gagal Jadi Negara Maju

Kekhawatiran Pemerintah Indonesia Gagal Jadi Negara Maju

Whats New
OJK: Premi Asuransi 'Unitlink' Masih Alami Kontraksi

OJK: Premi Asuransi "Unitlink" Masih Alami Kontraksi

Whats New
[POPULER MONEY] Ramalan Terbaru Bank Dunia terhadap Ekonomi Indonesia | Tawaran Program Prakeja bagi Gen Z yang Menganggur

[POPULER MONEY] Ramalan Terbaru Bank Dunia terhadap Ekonomi Indonesia | Tawaran Program Prakeja bagi Gen Z yang Menganggur

Whats New
Banyak Perusahaan Tekstil Lakukan PHK, Menaker: Hak-hak Pekerja Harus Diberikan

Banyak Perusahaan Tekstil Lakukan PHK, Menaker: Hak-hak Pekerja Harus Diberikan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com